Wahidin Halim
Wahidin Halim, Gubernur Banten (Foto: dok. Pemprov Banten)

SERANG, Indotimes.co.id – (WH) sangat mendukung upaya Kejaksaan Tinggi () yang telah menetapkan ES sebagai tersangka atas kasus pemotongan Dana Hibah Pondok di Provinsi Banten Tahun 2020 yang nilanya mencapai Rp117 miliar.

“Kita mendukung langkah-langkah Kejaksaan. Biar semuanya jelas dan transparan. Biar semuanya nanti tidak mengulangi perbuatan itu,” ungkap Gubernur saat memberikan keterangan di Rumah Dinas, Senin (19/4/2021).

“Ini dalam rangka melawan . Kita cegah, kita lawan, kita berantas korupsi yang ada di Banten, itu kan komitmen saya,” tegasnya.

Gubernur menyerahkan sepenuhnya kepada Kejati Banten untuk mengusut tuntas kasus dugaan pemotongan Dana Hibah Pondok Pesantren Tahun 2020 ini dan menangkap seluruh orang yang terlibat agar dihukum sesuai dengan perbuatannya.

“Sekali lagi saya sangat tidak terima dan tersakiti dengan tindakan ini. Walaupun kita tidak tahu ini melibatkan PNS atau tidak, karena yang kemarin ditangkap itu bukan oknum PNS ataupun Kesra,” ungkap Gubernur .

Baca juga :  Nekat Mudik? Di Banten Sanksinya Karantina 5 Hari Dengan Biaya Sendiri

Ini, lanjutnya, memang harus dituntaskan. Gubernur mengaku bersyukur kasus ini bisa tuntaskan ini. Sehingga orang-orang yang terlibat agar bisa dihukum.

“Bukan nilai besar kecilnya, tapi lebih kepada syahwatnya yang tidak punya hati nurani. Saya ucapkan terima kasih kepada Kejaksaan, terima kasih banyak. Semangat untuk memberantas korupsi di Banten,“ tandas Gubernur Banten.

Dikatakan, perbuatan para tersangka yang dengan tega memotong dana hibah Provinsi Banten yang disediakan khusus untuk pesantren dan kiyai, bukan hanya bertentangan dengan hukum tetapi sangat tidak bermoral.

“Itu perbuatan dzolim, saya enggak terima,” tegas Gubernur Banten

Padahal, lanjutnya, seharusnya semua bisa menahan diri untuk tidak mengambil hak milik orang lain. Terlebih saat tengah memasuki bulan Ramadhan yang seharusnya dijadikan sebagai momentum untuk bisa mengendalikan diri dari keserakahan.

“Tiap tahun kita puasa Ramadhan, kita dilatih untuk mengendalikan diri kita, syahwat kita, hawa nafsu kita, kita dilatih untuk tidak menjadi serakah. Saya pikir itu kan pesan-pesan secara esensial dari puasa Ramadhan, harus kita implementasi dalam kehidupan sehari-hari” pungkas Gubernur. (msa)