Market Share Perbankan Syariah Jauh di Bawah Konvensional

YOGYAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, hingga saat ini ‘market share’ perbankan syariah Indonesia masih sangat rendah hanya 9 persen atau jauh di bawah perbankan konvensional.

“Kondisi itu disebabkan kurangnya sosialisasi tentang perbankan syariah,” katanya di Yogyakarta, Rabu malam (24/1/2017).

Padahal, menurut dia, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia semestinya menjadi lahan subur bagi pengembangan perbankan syariah.

Oleh karena itu, kata Lukman pada pembukaan “Indonesia Islamic University Conference” (IIUC), perlu sinergi antara bank syariah dengan perguruan tinggi Islam untuk mendorong pertumbuhan perbankan syariah.

“Saya mengapresiasi terselenggaranya konferensi itu yang dapat mendorong sinergi antara bank syariah dengan perguruan tinggi Islam baik negeri maupun swasta,” kata Menag.

Menurut dia, banyak hal yang bisa disinergikan di antaranya pengelolaan uang SPP mahasiswa, dana BLU maupun gaji karyawan dan dosen.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Agus Sudiarto mengatakan, bank syariah yang karena bisnisnya menuntut kepatuhan pada prinsip syariah membutuhkan SDM yang memahami aspek kesyariahan di mana kompetensi itu dikembangkan di universitas Islam.

“Dengan bersinergi, bank bisa memperoleh sumber daya potensial sedangkan universitas Islam juga bisa mendidik mahasiswa sesuai kompetensi yang dibutuhkan industri,” katanya.

Menurut dia, BSM menjadi salah satu tujuan kerja alumni universitas Islam terutama dari Jurusan Ekonomi Islam atau Syariah Islam. Selama ini BSM telah menerima sekitar 400 alumni universitas Islam dari seluruh Indonesia, dan mereka bekerja di berbagai posisi termasuk kepala cabang.

Dari sisi bisnis, kata dia, BSM menawarkan layanan perbankan syariah kepada institusi perguruan tinggi seperti cash management system dan payment institution.

“Layanan itu untuk pengelolaan biaya kuliah mahasiswa, pembiayaan infrastruktur untuk kampus, dan pembiayaan ritel untuk pegawai di lingkungan perguruan tinggi,” kata Agus.

IIUC yang diselenggarakan BSM bekerja sama dengan UIN Sunan Kalijaga itu dihadiri sebanyak 115 pimpinan perguruan tinggi Islam di Indonesia. (syar)

Loading...