SERANG, Indotimes.co.id– Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mewanti-wanti para pemangku kepentingan pariwisata di Provinsi Banten untuk benar-benar bersiap menghadapi momen libur tahun ini. Hal itu mengingat kebijakan larangan mudik dari Pemerintah yang dikompensasi dengan diperbolehkannya masyarakar untuk berwisata.

“Saya yakin ini bukan tugas yang mudah. Mengontrol sekian banyak orang untuk menerapkan prokes (protokol kesehatan Covid 19) di tempat-tempat ,” kata Andika saat membuka rapat virtual tentang kordinasi persiapan Siaga Wisata Lebaran 2021 oleh Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Rabu (5/4).

Diungkapkan Andika, potensi membludaknya tempat-tempat wisata di Banten diprediksi akan terjadi di sejumlah destinasi wisata dan destinasi wisata ziarah. Hal itu mengingat, Banten memiliki banyak destinasi wisata pantai sejalan dengan kepemilikan panjang garis pantai yang luas. “Kita juga tahu, Banten kental nuansa reliji islami yang terwujud salah satunya melalui banyak kepemilikan destinasi wisata reliji,” imbuhnya.

Baca juga :  Presiden Minta Fasilitas Penyeberangan Bakauheni-Merak Diperbaiki

Andika mengingatkan, meski kebijakan larangan mudik Pemerintah Pusat ini telah mampu mereduksi sebanyak 81 juta warga untuk tidak jadi mudik, namun survey juga menyebutkan bahwa masih ada sekitar 17 persen masyarakat yang memilih untuk tetap mudik. “Dan perlu diketahui, Banten itu enam (6) besar tujuan mudik setelah Jabar, , Jatim, Bali dan Lampung,” kata Andika.

Lebih jauh Andika meminta, Dinas Pariwisata Provinsi Banten bersama-sama stakeholder agar melakukan pemetaan kesiapan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan, baik kepada karyawan, pemandu wisata lokal, pengunjung, masyarakat sekitar, maupun pihak lain yang beraktivitas di tempat wisata melalui media luring dan/atau daring. SOP disusun dengan memperhatikan karakteristik dan kekhususan daya tarik wisata yang dikelola, baik daya tarik wisata alam, , maupun hasil buatan manusia.

Andika juga mengingatkan ketersediaan sarana informasi himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan selama di tempat wisata. Hal itu menurutnya bisa dilakukan dengan pemasangan baliho dan spanduk himbauan penerapan protokol kesehatan di kawasan destinasi wisata pantai dan perairan terbuka.

Baca juga :  Muslimat NU Dorong Penguatan KUKM Dalam Kongres

Lebih jauh Andika meminta, Kelompok Penggerak Pariwisata dan Kelompok Sadar Wisata Provinsi Banten agar membantu Satgas Covid 19 untuk mengedukasi dan mensosialisasi protokol kesehatan 3M di tempat wisata kepada pengunjung. Pengelola tempat wisata juga diminta Andika bersiap diri untuk dapat memberikan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan yang tinggi akan dan pelayanan yang diberikan kepada wisatawan. “PHRI Provinsi Banten serta pengelola tempat wisata bersama-sama Dinas Pariwisata agar senantiasa aktif berkoordinasi dengan Polri dan terkait penegakan protokol kesehatan di tempat wisata,” paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Banten Agus Setiawan mengatakan, rapat sengaja digelar untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di masa libur Lebaran sebagai dampak dari kebijakan larangan mudik yang dikompensasi dengan diperbolehkannya beriwisata.

“Jadi boleh wisata tapi tentu dengan dan dalam skala yang terbatas. Makanya kita hari ini rapat dengam semua stake holder, mulai dari stake holder pariwisata sampai dengan stake holder kebijakan pemerintah tentang larangan mudik dan boleh wisata seperti Dinkes (Dinas Kesehatan) dan Dishub (Dinas Perhubungan) serta TNI/Polri,” paparnya. (msa)