, Indotimes.co.id – Kejuaraan Sepakbola Eropa 2020 sudah resmi bergulir sejak Jumat (11/6/2021) malam atau Sabtu (12/6) dinihari WIB. Tak ada kejutan dari pertandingan pembukaan penyisihan Grup A, di mana tuan rumah Italia memetik tiga angka perdananya setelah memukul Turki 3-0 (0-0), di Stadion Olympico, Roma.

Hajat akbar sepakbola Benua Biru ini seluruhnya diikuti 24 tim, tersebar di enam grup, dan untuk pertama kalinya dipentaskan di 11 negara. Sabtbiu (12/6) malam ini, mulai pukul 20.00 WIB, antara Swiss vs Wales dalam lanjutan penyisihan Grup A. Setelah itu, dilanjutkan dengan dua laga Grup B, antara Denmark vs Finlandia, mulai 23.00 WIB, Belgia vs Rusia, Minggu (13/6) dinihari mulai 02.00 WIB, dan Inggris vs Rusia pada Minggu malam mulai pukul 20.00 WIB.

Dua pertandingan penyisihan Grup C, yakni antara Austria vs Makedonia, dan Belanda vs Ukraina, dilangsungkan kemudian yakni Minggu malam mulai 23.00 WIB dan Senin (14/6) dinihari mulai 02.00 WIB.

Baca juga :  Korsleting Listrik, Test Event Basket Asian Games Ditunda

Nah, laga yang disebut terakhir itulah yang sudah tidak sabar ditunggun oleh Togar Situmorang SH, MH, M.A.P, C.Med, C.L.A. Pengacara kondang yang bergerak di bidang hukum , hukum acara, dan legal corporate ini mengakui sangat mengidolakan Belanda.

“Menurut hemat saya, sejak bergulirnya kejuaraan Piala Eropa tahun 1960 yang pada saat itu Uni Soviet meraih gelar pertama di Prancis, tentu untuk di Piala Eropa sekarang ini sangat berbeda. Saat ini tim-tim yang kuat hanya Perancis, Jerman, dan Italia,” ungkap Togar Situmorang, Sabtu siang.

“Tetapi patut kita ingat, pada Piala Eropa 1988 yang digelar di Jerman, sebuah tim dengan gaya total football mampu menjuarai yang digelar 4 tahunsekali itu, yakni Belanda,” Togar Situmorang menegaskan.

“Saya sangat menjagokan Belanda, untuk Piala Eropa tahun 2021 ini, yang seharusnya digelar 2020, tetapi ditunda akibat pandemi . Apalagi, timnas Belanda mampu menembus final Piala Dunia tahun 1974 dan 1978. Namun, gagal. Kegagalan itu mereka tebus di Piala Eropa 1988,” terang Togar Situmorang.

Baca juga :  Isola UPI Rebut Piala Bergulir Kartini Cup 2018

Ihwal mengapa menjagokan Belanda, pengacara selebritas ini menjelaskannya juga secara gamblang.

“Prediksi saya, memang kali ini tim itu tanpa bintang. Tetapi, dengan bermaterikan para pemain muda yang sangat berpengalaman di liga-liga dunia, para pemain Belanda pasti akan menjadi momok yang menakutkan dan tim lawan tak akan menduganya,” papar pengacara yang memiliki kantor di dan Jakarta itu.

Togar Situmorang yakin, Belanda tergabung di grup C bersama Austria, Ukraina dan Makedonia Utara, akan mengatasi lawan-lawannya. Pelatih Frank de Boer sangat bersinar di Belanda saat ini. Belanda akan mengejutkan tim sekelas Jerman, Spanyol dan lainnya,” urai pengacara ternama ini. “Nederland keert terug naar totaalvoetbal,” tegasnya.

Menurut dia, Belanda kini memang tanpa Virgil van Dijk yang masih mengalami cedera. Hal itu memaksa Frank de Boer untuk menempatkan Daley Blind di sebelah Matthijs de Ligt. “Dan ini menjadi pemain yang menurut saya pasti mengikuti jejak seniornya. Tentu akan ada tendangan gledek ala Ronald Koeman yg baru di tim Belanda sekarang ini,” terang Togar Situmorang.

Baca juga :  PB Percasi Gelar Apresiasi Catur Indonesia 2018

“Belanda sangat rindu meraih gelar juara. Saya yakin Frank de Boer mempersiapkan tim yang mampu memberikan jawaban atas kerinduan para pengagumnya, seperti kita merindukan total football. kalau itu yang dilakukan, saya yakin dengan prediksi saya. Belanda pasti juara,” papar Togar Situmorang.