Indotimes.co.id – Bergulirnya struktur baru Piala Davis membuat leburnya zona Grup l & ll pada ajang perebutan lambang supremasi tenis beregu putra sejak tahun silam. Indonesia yang sebelumnya bercokol di Grup ll Zona Asia Oseania ini pun memulai petualangan baru dalam gelaran yang berlabel World Cup of Tennis ini.

“Bagusnya, petenis jadi punya kesempatan menghadapi lawan dari zona lain, baik Amerika, Afrika maupun Eropa. Jauh lebih variatif dibandingkan sebelumnya yang hanya berasal dari kawasan Asia dan Oseania saja ,” ujar kapten tim Merah Putih, Febi Widhiyanto.

Setelah mengalahkan Kenya yang merupakan Zona Afrika di Stadion Tenis Gelora Bung Karno Jakarta, Maret 2020, Febi dan pasukannya harus bertandang jauh ke kawasan Karibia untuk menantang Barbados pada babak pertama World Group ll, 17-18 September  ini.

“Resikonya memang harus siap melakukan perjalanan jauh yang menguras fisik dan mental untuk melakoni laga Piala Davis,” ujar Febi.

Baca juga :  Egy Laporkan Hasil  Seleksi  ke Klub St Etienne Prancis

Faktor pula yang membuat tim Merah Putih harus rela tanpa kehadiran petenis utama seperti Christopher Rungkat, David Agung Susanto dan M. Rifky Fitriadi saat menantang tuan rumah Barbados. Pada waktu bersamaan, ketiganya tengah bersiap membela daerahnya di ajang PON Papua, akhir bulan ini.

Pelti sudah mengupayakan agar semua bisa memperkuat tim Piala Davis, namun kami juga menyadari resiko tinggi perjalanan jauh saat pandemi yang bisa menyebabkan mereka gagal membela di PON,” papar manager tim Indonesia, Dwi Budi Martono.

“Sisi positifnya, kami jadi punya kesempatan untuk mematangkan petenis muda di ajang Piala Davis ini” ucap pria berkacamata yang menjabat sebagai Kakanwil Pertanahan Nasional DKI itu.

Ada 24 negara termasuk Indonesia dan Barbados yang bertengger di Grup Dunia ll Piala Davis 2021 sehingga tersaji 12 babak pertama.

Baca juga :  Menunggu Pesta Juara di Istora Senayan

Delapan peringkat terbaik dari pemenang ronde bakal melaju ke babak play off Group Dunia l tahun depan.

Sementara empat peringkat terbawah harus bertarung lagi untuk merebut dua slot yang berpeluang promosi ke Grup Dunia I 2022.

Sementara tim yang kalah di ronde harus menjalani play off Grup Dunia ll 2022 agar terhindar dari jurang degradasi.