JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri dan Olahraga (Menpora) menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid tentang Pengembangan Industri Olahraga di Kantor Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/9).

Dalam sambutannya, mengaku senang dengan adanya penandatanganan  kerjasama dengan Kadin tersebut. Pasalnya, industri olahraga di Tanah Air belum tergarap dengan serius.

“Memang terus terang saya senang. Kenapa saya senang? karena ini adalah satu potensi, satu opportunity yang sangat besar industri olahraga kita tetapi belum tergarap dengan serius,” ujar Zainudin Amali.

Menteti asal Gorontalo ini menyebutkan, berdasarkan database di Kemenpora ada sekitar 250 yang bergerak di bidang industri olahraga. Namun, dari 250 perusahaan tersebut baru ada satu yang tersertifikasi dan produknya bisa digunakan secara internasional.

“Tidak mudah buat industri kita untuk bisa menembus tingkat internasional, karena yang menentukan dan standarisasi itu adalah IF atau Internasional Federation dari cabang olahraga,” ungkap Zainudin.

Baca juga :  Menpora Serahkan Izin Polri untuk Piala Menpora Kepada PSSI

Untuk itu pihaknya mendorong Kadin untuk membina -perusahaan yang bergerak di bidang industri olahraga sehingga produknya bisa memenuhi standar dan internasional.

“Saya kira ini tantangan sekaligus peluang untuk mendorong mereka, membina mereka, saya berharap di periodenya Pak Arsjad paling tidak nambah ada 10 industri olahraga yang terstandarisasi tersertifikasi oleh internasional federation. Dengan demikian, pertandingan – pertandingan di level internasional  itu kita bisa bangga menggunakan produk kita,” kata Zainudin.

Disamping itu, dengan banyaknya industri olahraga yang bersandar internasional maka akan dampak secara ekonomi nasional. “Saya kira ini peluang dan tantang buat kadin untuk mendorong ini supaya memperkuat industri olahraga kita sehingga masuk ke level internasional,” harapnya.

Selain produk barang, juga mendorong agar industri olahraga yang bergerak di bidang jasa untuk terus ditumbuhkan karena kebutuhannya kedepan akan semakin banyak.

Baca juga :  Sekarang Masyarakat Dapat Beli Tiket Asian Games 2018 Melalui Blibli.com dan Alfamart

Dicontohkannya, pada tahun 2018 yang lalu Indonesia sukses menggelar Asian Games dan Asian Paragames, namun sebagian jasa dalam event tersebut masih menggunkan jasa dari luar negeri.

“Industri olahraga kedepan, ini menjadi industri yang menjajikan, banyak cabang-cabang olahraga yang kompetisinya digelar secara profesional,” imbuhnya.

berharap setelah MoU ini Kadin ada peningkatan dari produksi barang dan peralatan olahraga sehingga memenuhi standardisasi internasional. “Mudah-mudahan apa yang kita tandatangani ini akan berjalan terus dan kontribusi kita untuk membangun bangsa dan negara dari sisi industri olahraga,” tandasya.

Sementara  itu, Ketua KADIN Arsjad Rasjid berharap pihaknya bersama para pengusaha dapat terlibat dalam membangun industri olahraga sekaligus untuk keluar dari tantangan ekonomi saat ini.

“Pada hari ini adalah bagaimana kita bersama-sama menghadapi tantangan untuk mewujudkan industri olahraga Indonesia agar bisa bersaing di dalam negeri maupun di tingkat internasional untuk menopang perekonomian Indonesia,” kata Arsjad.

Baca juga :  Perjalanan Kirab Obor Asian Games 2018 Sepanjang 18.000 KM Dimulai Dari Yogyakarta

Arsjad pun menyanpaikan ucapan terimakasih kepada Menpora  atas adanya MoU tersebut. “Kami sangat berterimakasih, dan ini mungkin salah satu tindakan awal untuk membangun bersama. Untuk pengusaha dan juga olahragawan itu adalah semua kita satu komponen bangsa yang sekarang ini jangan sampai pecah belah harapannya untuk bersatu dengan tantangan ekonomi yang kita hadapi yang snagat berat ini,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara ini pengurus Kadin, Ketua Mochamad Iriawan, Ketua Komisi X Syaiful Huda, dan sejumlah pimpinan cabang olahraga.