Yogyakarta, Indtimea.co.id– Sebagai bentuk kerja sama dengan Dato’ Dr. Low Tuck Kwong dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Peluncuran Beasiswa Dato’ Dr. Low Tuck Kwong-Purnomo Yusgiantoro Center. Acara ini dilaksanakan secara daring dan dihadiri oleh Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono, Dato‘ Dr. Low Tuck Kwong serta Ketua Umum PYC, Filda C. Yusgiantoro, Ph.D. Untuk lebih mendekatkan mahasiswa dengan mitra, Prof. Purnomo Yusgiantoro turut memberikan kuliah umum dan membuka sesi diskusi.

Dalam sambutannya Rektor UGM mengucapkan terima kasih kepada donatur atas itikad baiknya untuk mahasiswa UGM. Selanjutnya, Filda C. Yusgiantoro mewakili Purnomo Yusgiantoro Center dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada setiap pihak yang terlibat dalam program Beasiswa ini. Filda juga mengatakan bahwa Dato‘ Dr. Low Tuck Kwong sudah banyak memberikan bantuan untuk mahasiswa baik di Indonesia, Singapura, dan Filipina, karena beliau percaya pendidikan adalah perangkat yang penting untuk zaman yang terus berganti.

Baca juga :  Pemprov Banten Siap Bersinergi Untuk Hadirkan Pelayanan Prima

“Kami menekankan pentingnya peningkatan penduduk dalam usia produktif yang kompeten untuk menyongsong 2030 ketika Indonesia mendapat bonus demografi. Ia juga berharap program beasiswa ini dapat menjadi motivasi dan dorongan bagi mahasiswa untuk mengejar prestasi setinggi-tingginya,“ tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan kuliah umum dengan topik Pola Pikir Wawasan Kebangsaan: Kampus Merdeka dan Industri yang dibawakan oleh Prof. Purnomo Yusgiantoro.

Dalam pemaparan ini Prof. Purnomo Yusgiantoro menjelaskan pentingnya mengenal bentuk ancaman dalam hidup, baik aktual dan potensial untuk menghadapi dan menangkalnya. Sebagai contoh tantangan yang relevan pada masa ini, beliau menguraikan perkembangan teknologi industri yang sudah mencapai Revolusi Industri 4.0, dan integrasinya ke sistem pendidikan. Terdapat banyak perubahan dalam sistem pendidikan seperti penyesuaian metode pembelajaran dan riset, adopsi teknologi, dan peningkatan kompetensi dan kerja sama, seperti contohnya program Beasiswa Dato‘ Dr. Low Tuck Kwong-Purnomo Yusgiantoro Center.

Baca juga :  Mitra Laznas, KSPPS/USPPS Bisa Kelola Dana Zakat dan Wakaf

“Perguruan tinggi dengan mahasiswa harus proaktif dalam merespon perubahan, namun tidak lupa juga untuk ikut serta dalam mewujudkan perguruan tinggi yang berwawasan kebangsaan. Perguruan tinggi juga harus menjadi program persiapan karir yang komprehensif untuk mempersiapkan generasi terbaik Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya diadakan penyerahan beasiswa kepada mahasiswa secara simbolis untuk mengesahkan Beasiswa Dato’ Dr. Low Tuck Kwong-Purnomo Yusgiantoro Center dan UGM. Penyerahan ini dilakukan oleh Prof. Panut Mulyono selaku Rektor UGM dan diberikan kepada empat mahasiswa yang mewakili setiap kategori yaitu Prestasi Akademik & Berasal dari Ekonomi Kurang Mampu, Prestasi Non Akademik (Ketua UKM/Komunitas Mahasiswa Tingkat Universitas), Prestasi Non Akademik Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) Bidang Olahraga dan Seni, dan Beasiswa Tugas Akhir.

Acara ini ditutup dengan ucapan terima kasih dari perwakilan mahasiswa. Mereka mengutarakan rasa syukur atas dukungan finansial yang diberikan oleh Dato’ Dr. Low Tuck Kwong dan Purnomo Yusgiantoro Center, karena beasiswa ini dapat membantu mereka membeli laptop baru untuk melaksanakan kegiatan perkuliahan, dan meringankan beban orang tua. Bentuk kerja sama ini diharapkan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjadi bentuk dukungan terhadap Tridarma Perguruan Tinggi.