JAYAPURA, Indotimes.co.id – Kontingen sepatu roda DKI Jakarta benar-benar tak terkalahkan di hari terakhir lomba sepatu roda PON XX Papua, di Jembatan Merah, Youtefa, Holtekam, Minggu (3/10) sejak siang hingga malam hari.

Tampil sebagai juara umum dengan pengumpulan total 23 medali (13 emas, 8 perak dan 2 perunggu), DKI sungguh menunjukkan kedigdayaannya sebagai tim ibukota.

DKI memperoleh medali emas terakhir lewat nomor ITT 10.000 m putra yang diamankan oleh Barijani Mahesa Putra, Syah Arya Fikri Prasetiya Bogar, Tias Andira dan Yonatan Lovertus Reinhartta. Perak diraih Kalimantan Timur dan Perunggu jatuh ke tim tuan rumah, Papua.

Di hari terakhir lomba itu, total DKI memborong 2 medali emas di nomor ITT 10.000 m putri dan putra. DKI sungguh tak tertandingkan di hari terakhir lomba sepatu roda itu.

DI nomor putri, Naura Rahmadija Hartanti, Alifia Meidia Namasta, Latisha Luna Sasmito, dan Nurul Fattilah Kamalia Syah membanggakan DKI dengan medali emas mereka. Medali perak dan perunggu di nomor putri masing-masing direbut Jawa Timur dan Papua.

Baca juga :  Nanang Kurniawan: Generasi Milenial Perlu Difasilitasi Manfaatkan Kemajuan IT

Atlet-atlet putri Cantik ini berpelukan dan bergembira ria saat akan menanti pengalungan medali di Minggu malam di bawah redup lampu di Jembatan Merah.

“Alhamdulillah kerja keras kami latihan cukup lama terbayar. Semoga prestasi ini bisa terus dipertahankan hingga event-event berikut dan bahkan sampai PON depan,” kata Naura yang total mengumpulkan 5 medali emas sepatu roda PON XX Papua.

Dari 24 medali emas yang dipertandingkan, tim DKI yang dimanajeri Muhammad ‘Ical’ Sal, ini merebut separuh darinya. Ini jelas prestasi yang sangat membanggakan bagi DKI Jaya. Mereka bahkan mampu melampaui target awal 12 medali emas.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi pun mengucapkan selamat kepada DKI Jakarta yang sukses jadi juara umum.

“Selamat kepada para atlet sepatu roda DKI Jaya, kalian pahlawan DKI, terus berprestasi dan apresiasi setinggi-tingginya buat kalian, terima kasih sudah berjuang untuk DKI,” kata Prasetyo yang dihubungi, Senin (4/10).

Baca juga :  Rombongan Raja Salman Perpanjang Masa Liburan di Bali

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jaya, Achmad Firdaus langsung memberikan ucapan selamat kepada tim sepatu roda DKI Jaya.

“Saya bangga dengan kalian semua bisa menjadi penyumbang emas terbanyak dengan 13 medali emas, 8 perak dan 2 perunggu. Fasilitas sepatu roda di DKI Jaya harus terus diperbaiki dan itu untuk kalian semua,” kata Firdaus.

Firdaus juga menjanjikan kepada para atlet DKI Jaya kalau masa depan mereka tak akan suram karena Pengprov akan menyiapkan posisi-posisi terbaik sebagai PNS atau sesuai ilmu yang mereka timba di sejumlah perguruan tinggi.

“Kami minta ke Pengprov agar uang saku kalian dinaikkan. Saya janji, masa depan kalian semua tak akan surat. Kami mengapresiasi penuh perjuangan kalian,” tutur Firdaus yang juga menjanjikan sekretariat Pengprov Porserosi sepatu roda yang akan segera disiapkan atas permintaan Manajer tim sepatu roda DKI Jaya, Ical.

Ical dan pelatih kepada DKI Jakarta, Faisal Norman sama-sama mengaku terharu dan bangga dengan capaian tim DKI Jakarta. “Perjuangan anak-anak luar biasa. Mereka memang punya daya dobrak yang patut diacungi jempol. Berjuang sampai titik darah terakhir. Kata ayah-anak Ical dan Norman ini usai lomba.

Baca juga :  Lima Jurus Menangkal Penipuan Digital yang Kian Marak

Mirko Andasi, pelatih timnas DKI Jaya yang selama lomba dialihtugaskan sebagai wasit/juri mengatakan sudah tak ragu dengan kemenangan DKI sejak awal.

“Dari hari pertama melihat lomba, saya sudah optimistis kalau DKI Jaya bakal juara umum. Kan sudah saya bilang sebelumnya ke Mbak kalau DKI bakal tak tertandingi di PON. Jadi, hasil yang mereka peroleh memang sudah merupakan prediksi awal kami,” tutur Mirko yang lebih banyak tutup mulut selama lomba lantaran komit dengan tugasnya sebagai wasit/juri kepada SH.id di Super Waena, Jayapura, Senin (4/10).

Selamat kepada tim DKI Jaya, Berjaya terus, raih prestasi setinggi mungkin dan jangan lupa, tagih janji Kadispora.