“The Bloom of Yesterday” Raih Penghargaan Tertinggi Tokyo Grand Prix
Japantimes.co.ip

JAKARTA, Indotimes.co.id – Film Jerman garapan sutradara Chris Kraus “The Bloom of Yesterday” memenangi penghargaan tertinggi di seksi kompetisi Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) ke-29, Tokyo Grand Prix.

Film berdurasi 125 menit yang dibumbui adegan komedi itu, berkisah tentang pertemuan seorang peneliti Holokaus Jerman yang eksentrik bernama Totila Blumen dengan perempuan Prancis, Zazie Lindeau.

“Pemenang Tokyo Grand Prix juga berhak mendapatkan 50.000 dolar AS,” demikian seperti diumumkan TIFF, pada penutupan festival seperti dilansir Antaranews.com, Kamis (3/11/2016).

Sementara itu, penghargaan Special Jury Prize, dengan hadiah 20.000 dolar, diraih film “Sami Blood” arahan sutradara muda Swedia Amanda Kernell.

Untuk penghargaan Sutradara Terbaik, dewan juri seksi kompetisi yang dipimpin Jean-Jacques Beineix menjatuhkan pilihannya pada Hana Jusic, sutradara film “Quit Staring at My Plate” (Kroasia).

Aktor Filipina, Paolo Ballesteros pemeran utama di film “Die Beautiful” dinobatkan sebagai Aktor Terbaik. Sedangkan predikat Aktris Terbaik diraih oleh Lene Cecilia Sparrok lewat aktingnya di Sami Blood. Masing-masing, sutradara, aktor, dan aktris terbaik berhak mendapatkan 5.000 dolar AS.

Kemudian, penghargaan untuk Kontribusi Artistik Terbaik dengan hadiah 5.000 dolar AS, diberikan untuk film “Mr. No Problem” (Taiwan) arahan sutradara Mei Feng.

Terakhir, Audience  Award diraih film “Die Beautiful” garapan sutradara Jun Robles Lana. TIFF memberikan 10.000 dolar AS untuk peraih penghargaan ini. Seksi kompetisi internasional di TIFF diikuti 16 judul film dari berbagai negara. (Vin)