Kemenkop-Dekopin Bentuk Tim Teknis Tindaklanjut Kongres Koperasi

JAKARTA, Indotimes.co.id – Kementerian Koperasi dan UKM bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) akan membentuk tim teknis untuk menyusun action plan atau langkah-langkah nyata.

Hal ini sebagai tindaklanjut dari Kongres Koperasi III di Makasar telah menghasilkan lima butir Deklarasi Makasar serta 17 rekomendasi.

Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring memastikan matrix action plan terkait hal itu akan dibuat dalam waktu dekat.

“Ini untuk mengaplikasikan dari 17 rekomendasi tersebut,” kata Meliadi dalam perbincangan dengan wartawan di Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Meliadi mengatakan, dari 17 rekomendasi itu, salah satunya yang dianggap cukup strategis adalah usulan mengenai pendirian bank koperasi.

“Gerakan koperasi di Indonesia dalam kongres koperasi menegaskan perlunya pendirian bank khusus koperasi. Bank ini nantinya akan beroperasi untuk menjawab masalah permodalan usaha yang selama ini dianggap membelit koperasi di Indonesia. Seperti dulu kita punya bank khusus koperasi, yaitu Bank Bukopin,” kata Meliadi.

Baca juga :  Bermula dari PLTMH, KSU Puncak Ngengas Sukses Bangkitkan Ekonomi Pedesaan

Menurut dia, yang mengemuka saat itu adalah mendirikan bank baru, bukan mengambilalih kepemilikan saham di Bank Bukopin.

“Mereka menyebutkan bahwa KSP-KSP akan berkolaborasi untuk membentuk bank baru. Oleh karena itu, kita bersama Tim Teknis bersama Dekopin akan melakukan studi dan meneliti akan hal itu. Pasalnya, untuk mengimplementasikan 17 rekomendasi itu, termasuk pendirian bank koperasi, itu ada syarat-syaratnya,” ujar Meliadi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Dekopin Agung Sudjatmoko mengamini pernyataan Meliadi. Menurut Agung, pihaknya akan membentuk tim yang menyiapkan rancang bangun bank koperasi.

“Hasil rancang bangun akan dijadikan pedoman untuk gerakan koperasi bersama mewujudkan bank milik koperasi dengan modal dari koperasi simpan pinjam dan koperasi kredit di seluruh Indonesia,” ujar Agung.

Dalam pandangan Agung, taktis mendirikan bank dimodali oleh gerakan koperasi dimana seluruh tabungan koperasi ditempatkan pada satu bank yang akan menjadi mitra strategis Dekopin mendirikan bank.

Baca juga :  Kemenkop Latih Tenaga Pendamping Bagi KUKM Sulsel 

“Pengelolaan bank ditunjuk para profesional untuk menset-up bank koperasi sesuai dengan kebutuhan gerakan koperasi,” kata Agung.

Dalam konteks ini, Agung berharap pemerintah  membantu dari sisi regulasi serta perkuatan modal talangan jika dibutuhkan untuk mempercepat berdirinya bank koperasi.