Berpotensi Rugikan Negara, Jonan Didesak Klarifikasi Metering System Gas di Pulau Sakra

JAKARTA, Indotimes.co.id – Sejumlah kalangan independen mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan segera mengklarifikasi dugaan pemberlakuan metering system atau pengukuran volume gas yang disalurkan lewat pipa bawah laut dari sumur di Natuna ke Singapura. Yaitu dilakukan di Pulau Sakra yang berada di wilayah Singapura.

Direktur Energy Watch Indonesia (EWI) Mamit Setiawan menegaskan, pihaknya menyesalkan jika metering system tersebut memang terjadi.

“Jelas negara akan sangat di rugikan dengan skema ini. Di saat penerimaan negara dari sektor migas terus menurun,kl kenapa bisa timbul hal seperti ini,” kata Mamit Setiawan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/10).

Untuk itu, pihaknya akan terus mendalami untuk mendapatkan informasi lebih detail lagi.

Koorinator Lembaga Kajian Advokasi dan Sumber Daya Alam (LKA ESDA) AC Rachman mengatakan, sistem pengukuran volume penjualan gas dari sumur di Natuna maupun Jambi ke Singapura yang berada di luar wilayah Indonesia harus dihentikan.

Baca juga :  Malaysia Akan Terus Mencari Keadilan Bagi Para Korban Pesawat Malaysia Airlines MH17

Untuk itu, pihaknya akan menguji dan mencari bukti-bukti terkait kebenaran informasi yang beredar tersebut.

“Kita tegaskan bahwa cara pengukuran semacam ini menyebabkan kedaultan negara seolah berada di pihak pengimpor Migas, bukan di pihak kita,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah harus punya sikap yang tegas terhadap pengelola migas di dalam negeri agar produksinya bisa dijual di dalam negeri.

“Jangan sampai kita dibodohi terus dan ditertawakan dunia dengan sistem penjualan yang kontrolnya dikuasai oleh pembeli. Sebaiknya gas itu dialirkan ke dalam negeri atau dijual ke Batam sebagai tempat terdekat,” katanya.