Kombes Uden Terpanggil Benahi Sepakbola di Ibukota

JAKARTA, Indotimes.co.id – Miskinnya prestasi sepak bola di Ibukota Jakarta membuat pria ini terpanggil untuk membenahinya. Berlatar belakang pemain sepak bola di Klub Caprina Jakarta Timur, dan aktif membina sepak bola di klub Urakan membuat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Uden Kusuma Wijaya yang petinggi Bhayangkara FC ini bersedia maju sebagai bakal calon (balon) ketua umum (ketum) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DKI Jakarta periode 2017-2021.

Bagi Uden untuk memajukan sepak bola di Jakarta tidak ada pilihan lain kecuali membenahi program pembinaan sepakbola di Ibukota. Menurutnya jakarta ini lengkap, danapun tidak ada masalah, namun kenapa prestasi sepakbola seperti ditelan bumi.

“Dahulu Jakarta memiliki para pemain besar, dan banyak melahirkan para pemain nasional. Namun kenapa saat ini tidak meiliki prestasi, bahkan untuk tingkat kualifikasi PON DKI  Jakarta kerap tak berdaya,” ujar Uden seusai latihan bersama para mantan pemain Caprina (klub Galatama Caprina)  dan pemain timnas di Stadion Gonseng Cijantung.

Ditegaskan Uden perlu pembenahan total dalam sistem pembinan sepakbola di Jakarta, Konsepnya harus matang, kepengurusannya harus benar-benar orang yang mengerti sepakbola, bukan sebaliknya menjadikan kepengurusan sepak bola sebagai kendaran mencari uang ataupun kepentingan politik.

“Saya rasakan, perkembangan pembinaan sepakbola kita yang belum ajeg. Maka itu, saya ingin memutar kompetisi yang berjenjang mulai dari usia 11, 13, 15, dan 17 tahun,” kata Uden.

Uden menambahkan untuk membuat konsep pembinaan yang matang dan berkualitas, tentunya harus dibentuk tim khusus yang akan memantau talenta-talenta pesepak bola di Ibukota,sekaligus memberikan wadah kepada mereka dalam sebuah kompetisi yang berjenjang dan berkulitas.

 

“Kami juga akan  benahi cara bermainnya. Konsepnya adalah, ball possession yang kuat kepada anak-anak itu, tidak mudah hilang bola dan sebagainya. Kalau ini bagus, insya Allah kita bisa kuasai minimal Asia,” ungkap mantan manajer tim nasional (timnas) Indonesia U-13 itu.

Sehingga kelak Jakarta memiliki stok pemain berkualitas untuk level  junior maupun senior. Sehingga tidak perlu lagi mengambil pemain-pemain dari luar daerah.

 

“Ketika ada sebuah kejuaraan, tim sepakbola DKI Jakarta yang bertanding harusdihuni para pemain asli pembinaan klub-klub di Ibu kota. Bukan mengambil pemain dari daerah lain, “ kata Uden pula.

Uden pun menyadari, saat ini untuk memutar kompetisi, Asprov DKI masih cukup kesulitan untuk mendapatkan fasilitas lapangan yang memadai. Maka itu, dia akan menjalin kerja sama dengan beberapa instansi untuk hal tersebut.

Salah satu solusinya adalah menjalin kerja sama dengan Mako (Markas Komando) atau Kesatriaan TNI yang ada di Jakarta, untuk menjadi tempat penyelenggaraan kompetisi usia dini ini. Karena mereka punya lapangan yang bagus dan terawat,” jelas mantan anggota Komite Keamanan PSSI itu.

Sebagaimana diketahui Kombes Pol Uden Kusuma Wijaya maju mencalonkan diri dalam bursa balon Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta periode 2017-2021 padak Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI DKI Jakarta pada 11 November 2017 mendatang.

Selain Uden ada beberapa nama yang disebut-sebut mencalokan diri, seperti diantaranya  Budi Setiawan (mantan pengurus PSSI), dan Direktur Utama Persija Gede Widiade.