Menpora Peragakan Olahraga Headis

JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi rupanya diam-diam mengemari olahraga baru Headis. Bahkan Menpora terbilang cukup piawai dengan alahraga baru perpaduan sepak bola dna tenis meja tersebut.

Usai membuka 2nd Journalist Games 2017 di halaman Kantor Kemenpora, Imam Nahrawi langsung melakukan ekshibisi olahraga Headis melawan Benediktus Gerendo wartawan  bola.com.

Imam menunjukkan keahlian dalam bermain olahraga Headis. Di set pertama, Menpora unggul dengan skor 11-6. Di awal set kedua, kejar-kejaran angka terjadi. Menpora menutup kemenangan dengan skor  5-11.

Headis (Header Table Tennis) ini adalah olahraga hibrida antara sepak bola dan tenis meja. Olahraga ini menggunakan meja yang sangat mirip dengan tenis meja, tetapi dengan bola karet bergaris tengah 7 inci. Cabang olahraga Headis hanya butuh ruang kira-kira 5×10 meter dan lapangan tenis meja tetapi.

Baca juga :  Presiden Jokowi Resmikan Lima Venue di JSC

“Olahraga Headis ini harus menjadi salah satu olahraga baru yang dimotori para  jurnalis. Pesan saya pada SIWO, apabila nanti induknya  di pusat sudah terbentuk, di daerah juga harus  dibentuk. Headis ini olahraga paling termurah  dan mudah dibandingkan tenis meja. Padahal alat juga tenis meja, hanya berbeka kepala dan leher,” ucap Imam.

Pemain harus menyundul bola ke arah seberang meja dan sebaliknya, hampir sama dengan tenis meja. Salah satu bedanya, pemain boleh melakukan smashsaat bola masih di udara. Taktik di permainan anyar ini juga gabungan antara tenis dan tenis meja yang terlibat, selain juga elemen sundulan sepak bola.

Pemberian nilai pada olahraga Headis menyerupai tenis meja, dimana olahraga ini dimainkan hingga salah satu pemain mencapai skor 11.

Pemain akan diumumkan sebagai pemenang apabila berhasil lebih dulu mengumpulkan kemenangan sebanyak 2 putaran. Peraturan ketika pemain mendapatkan skor sama, mirip dengan tenis meja dimana pemain akan terus bermain hingga berhasil memberikan selisih sebesar 2 poin skor

Baca juga :  Aldila Waspadai Petenis Tuan Rumah Marian Jade

Yang membedakan kalau tenis meja menggunakan net, untuk Headis tidak menngunakan net. Sebagai gantinya digubakan pembatas mika platik yang seukuran net tenis meja.

Headis pertama kali muncul pada tahun 2007 dan baru diperkenlakan secara remi pada Februari 2010 lalu. Headis mendapat penghargaan sebagai salah satu finalis kompetisi start-up industri olahraga terbesar di dunia, yaitu ISPO Brandnew Award di Kota Muenchen di Jerman.

Peminat olahraga ini terus meningkat, bahkan di daratan eropa olahraga ini sudah menggelar beberapa turnamen. Sementara untuk Indonesia olahraga baru mulai munculkan, dan belum banyak orang yang tahu olahraga baru ini.