- Advertisement -

Dukung Industri Kreatif Perfilman Indonesia, Komandan TKN Fanta: Sejalan dengan Satu dari 17 Program Prioritas Prabowo-Gibran

Dukung Industri Kreatif Perfilman Indonesia, Komandan TKN Fanta: Sejalan dengan Satu dari 17 Program Prioritas Prabowo-Gibran
- Advertisement -

Jakarta, Indotimes.co.id — Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda atau TKN Fanta berkolaborasi dengan Visual Media Studio (VMS) menggelar nonton bareng (nobar) film Pemandi Jenazah. Film yang tayang perdana pada 22 Februari lalu ini adalah besutan sutradara Hadrah Daeng Ratu. Nobar berlangsung di XXI Kuningan City, Jakarta Selatan, Minggu (25/02) malam.

Hadir dalam acara ini, Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran Arief Rosyid Hasan, Wakil Komandan TKN Fanta Osco Olfriady Letunggamu, Koordinator TKD Pemilih Muda Feri Mukli, Ketua Tim Posko Pengaduan Pelanggaran Pemilu (Tim TP4) Fanta Law Luhut Parlinggoman Siahaan, Koordinator Fanta Kuliner Cikhita Sebayang, Koordinator Fanta Syariah Rio Chaniado, pemain Sitkom Ulfa Bone serta ratusan penonton dari kalangan generasi Z dan milenial.

Dalam nobar ini, hadir pula para pemain Pemandi Jenazah, di antaranya Djenar Maesa Ayu yang berperan sebagai Bu Siti. dan Mian Tiara sebagai Bu Tuti.

- Advertisement -

Di lokasi acara, Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran Arief Rosyid Hasan mengaku senang dan bahagia menjadi bagian yang mendukung karya anak muda di Indonesia dengan menyaksikan film Pemandi Jenazah. Sebab kata Arief, hal ini sejalan dengan pernyataan Prabowo-Gibran yang berpihak terhadap karya-karya anak muda.

“Kami semua senang karena dengan cara mengapresiasi karya anak bangsa ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo dan Mas Gibran bahwa keberpihakan terhadap karya-karya anak muda di Indonesia itu sangat penting dan mendesak,” ujar Arief.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, “Bukan hanya diucapkan lisan dalam pidato kemenangan dari berbagai kesempatan lainnya. Pelestarian seni budaya dan peningkatan ekonomi kreatif juga masuk dalam 1 dari 17 Program Prioritas Prabowo-Gibran.”

Wakil Direktur Milenial TKN Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 ini menyinggung, pada tahun 2023, sektor ekonomi kreatif khususnya film merupakan salah satu sektor penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp 1.300 triliun. “Ke depan, film horor di Indonesia tak kalah dengan film-film di luar negeri yang menampilkan ciri khas dari negaranya seperti di negara-negara lain. Misalnya seperti Thailand atau Jepang yang terkenal film horornya, Indonesia juga harus mampu menonjkolkan kekhasan bangsa,” tukasnya.

“Kalau kita lihat, Indonesia kaya sekali akan khazanah mistis, kebudayaan dan sebagainya. Sekali lagi, kita tentu perlu mengapresiasi dengan bersama-sama menyukseskan pengembangan industri perfilman Indonesia,” ucapnya lagi.

Pemuda asal Sulsel ini juga memuji bahwa film-film Indonesia sudah banyak yang masuk dalam festival film di dunia internasional. Sehingga kata dia dibutuhkan dukungan baik materi maupun imateri. “Dan insya Allah bersama Pak Prabowo dan Mas Gibran tentu akan ada prioritas,” ungkap dia.

Secara terpisah produser film Pemandi Jenazah, Clarissa Eunike mengaku bersyukur dan menyampaikan terima kasih karena film Pemandi Jenazah mendapat respon positif dari masyarakat Indonesia.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas respon positif yang diberikan oleh para pecinta film horor Indonesia terhadap film Pemandi Jenazah. Review-review dari sosial media bagus semua, menurut mereka selain menyeramkan Pemandi Jenazah juga mempunyai alur cerita yang bagus,” ungkap Clarissa Eunike dalam keterangannya.

Selain di Jakarta, Film Pemandi Jenazah telah resmi diluncurkan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia berbarengan dengan di Malaysia dan Brunei Darussalam. Film ini dibintangi oleh Aghniny Haque, Djenar Maesa Ayu, Ibrahim Risyad, Amara,Sophie, Nola B3, Mian Tiara dan Ruth Marin.

“Film Pemandi Jenazah menawarkan cerita yang berbeda dari film horor pada umumnya. Film ini tidak hanya menghadirkan ketakutan, tetapi juga ada portrait kesedihan seorang anak yang kehilangan ibunya, bagaimana perasaan Lela ketika memandikan ibunya sendiri dan juga kami berusaha menyampaikan dampak negatif dari berita-berita bohong yang disebarkan dengan tidak bertanggung jawab,” tambah Clarissa Eunike.

- Advertisement -
Exit mobile version