JAKARTA, Indotimes.co.id – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (DPP IKAL-Lemhannas) resmi melantik kepengurusan masa bakti 2026–2031 di Gedung Dwiwarna Purwa, Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (15/10).

Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi terhadap pembangunan dan ketahanan nasional.

Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas, Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU, menegaskan bahwa organisasi alumni memiliki peran strategis dalam menjembatani pemikiran para alumni dengan kebutuhan negara.

Menurut dia, IKAL-Lemhannas harus mampu menjadi wadah kolaborasi yang menghasilkan gagasan dan kontribusi nyata bagi bangsa. “IKAL-Lemhannas harus hadir sebagai wadah pemikiran strategis, memperkuat soliditas alumni, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujar Purnomo seusai pelantikan.

Prosesi pelantikan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri pejabat pemerintah, akademisi, dan alumni Lemhannas dari berbagai angkatan. Anggota dan pengurus dari 19 angkatan P2NK serta ToT P2NK (termasuk P2NK Angkatan 72, 73, 74, 75, 118, 208, 219, dan 224) turut hadir dan dilantik, termasuk Alumni Training of Trainers (ToT) Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-39 Lemhannas RI yang diketuai Harsen Roy Tampomuri, S.IP., M.A.

Dalam kesempatan itu, Purnomo menekankan bahwa tantangan ketahanan nasional terus berkembang seiring perubahan situasi geopolitik dan kemajuan teknologi.

Baca Juga: Tokoh Masyarakat Kotamobagu Temui Kolonel Edward Sitorus, Bintang TNI di Medsos

Karena itu, penguatan ketahanan nasional perlu dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek, termasuk keamanan siber, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan ketahanan terhadap risiko teknologi.

Purnomo menjelaskan, konsep ketahanan nasional berkaitan dengan geostrategi Indonesia yang berlandaskan geopolitik dan wawasan nusantara. Namun, dinamika global mendorong perlunya penyesuaian dalam memahami dan mengantisipasi berbagai ancaman baru.

Menurut Purnomo, penguasaan teknologi dan kemampuan menghadapi ancaman siber menjadi semakin penting. Selain itu, persoalan lingkungan juga perlu menjadi perhatian dalam perumusan strategi nasional, termasuk upaya mencapai target emisi nol bersih atau net zero emission pada 2060.

Purnomo juga menegaskan dukungan IKAL-Lemhannas terhadap pembangunan nasional dan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Purnomo berharap kepengurusan baru dapat mengoptimalkan potensi alumni untuk memberikan masukan strategis serta membantu menjawab tantangan bangsa.

Bagi Purnomo, komitmen tersebut perlu dimulai dengan menjaga kekompakan organisasi dan memastikan setiap anggota dapat berkontribusi sesuai kompetensi masing-masing. Dengan jaringan alumni dari berbagai latar belakang, IKAL-Lemhannas diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Pelantikan kepengurusan periode 2026–2031 itu juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarangkatan. Purnomo secara khusus menyampaikan apresiasi kepada alumni ToT PPNK yang hadir, termasuk Angkatan ke-39, seraya mendorong mereka mengambil bagian dalam mendukung agenda pembangunan pemerintah.

Baca Juga: Purnawirawan dan Prajurit Aktif Bertemu dalam Satu Momentum  

Ketua Alumni ToT PPNK Angkatan ke-39, Harsen Roy Tampomuri, menyatakan pihaknya siap membangun sinergi dengan IKAL-Lemhannas dan Lemhannas RI.

Harsen menyebut kebersamaan, kebermanfaatan, dan peningkatan kualitas anggota sebagai tiga fokus utama organisasi. “Kami berfokus pada tiga hal. Karena namanya juga organisasi alumni, yang pasti kebersamaan pertama. Yang kedua, kami mendorong kebermanfaatan. Dan yang ketiga, kami mendorong kualitas,” kata Harsen.

Untuk memperkuat kontribusi, Alumni ToT PPNK Angkatan ke-39 merancang tiga pusat kegiatan, yakni pusat kajian strategis (Center for Strategic Studies), pusat advokasi kebijakan, serta pusat sosialisasi dan literasi kebangsaan.

Ketiga pusat tersebut dirancang untuk menjadi ruang pengembangan gagasan, penyusunan kajian, pemberian masukan kebijakan, dan penyebarluasan nilai-nilai kebangsaan. Program itu sekaligus diharapkan memperluas manfaat keahlian para alumni bagi masyarakat.

Harsen menjelaskan, anggota Angkatan ke-39 memiliki latar belakang profesi yang beragam, mulai dari dosen, guru, hingga widyaiswara.

Untuk meningkatkan kapasitas mereka, organisasi juga merencanakan kegiatan pengembangan kompetensi melalui masterclass, peningkatan keterampilan (upskilling), dan pengembangan keterampilan baru (reskilling).

Ia berharap kebersamaan dan semangat pengabdian para alumni dapat terjaga sepanjang masa kepengurusan. Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya aktif pada awal periode, tetapi harus konsisten menjalankan program yang memberikan manfaat bagi bangsa.

Dengan dilantiknya pengurus DPP IKAL-Lemhannas masa bakti 2026–2031, organisasi alumni tersebut diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya.

Penguatan kajian strategis, pengembangan kapasitas anggota, dan literasi kebangsaan menjadi sejumlah langkah yang diarahkan untuk mendukung ketahanan serta pembangunan nasional.