- Advertisement -

Magnet Alumni Tebuireng, Refleksi HBH & Temu Alumni Tebuireng

- Advertisement -

Oleh: (Santri Tebuireng & Pendiri Gerakan Nasional Generasi Indonesia Bersarung-GIB)

Malam ini, Jum’at malam Sabtu, 3 Mei 2024. Di halaman Pesantren Tebuireng, kita berkumpul, bertemu, bertegur sapa, bersalaman satu dengan yang lain. Walaupun agak sedikit hambar, karena beberapa sahabat alumni yang biasa hadir, tidak tampak. Tapi semangat kita tetap istiqomah melanjutkan agenda tahunan Sabtu terakhir di bulan syawal, tetap berjalan walaupun di sana sini ada kekurangan-kekurangan. Saya menganggap wajar, tidak masalah. Biasa saja dalam sebuah proses perjalanan keorganisasian, seperti IKAPETE (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng) ini.

Trial and Error, mencoba dan salah. Apa yang kita lakukan dalam sebuah proses, pasti ada kekurangan, kelemahan dan terjadi di sana sini ketidaksempurnaan. Itu pasti. Kesempurnaan itu hanya milik Dzat Penguasa Mutlak alam raya ini.

- Advertisement -

Apa kurang dan tidak baik, ke depan harus diperbaiki. Belajar dan salah, tambal sulam dalam sebuah organisasi ke-alumnian tak terkecuali seperti IKAPETE ini wajar2 saja. Yang penting kita semua sebagai Alumni Tebuireng mempunyai keyakinan, komitmen, dan kesadaran yang kuat dari lubuk hati yang paling dalam, untuk bersama-sama terus mengevaluasi tanpa ada rasa putus asa dan “mutung” dalam sebuah proses perjuangan.

ini adalah milik bersama, milik semua alumni, milik kita semua selaku santri Tebuireng. Kalau ada kritik konstruktif untuk kebaikan kita bersama tentu harus kita benahi bersama tanpa ada saling menyalahkan, apalagi underestimate sesama diantara kita.

Ada beberapa catatan penting yang malam ini saya sempat rekam dalam file otak saya :

1. Kyai Junaidi Hidayat yang menjadi pembicara dalam Ngopi Bareng malam ini, bahwa , – — b . k . ‘ , , z.

2. Prof. Dr. Kyai Abdul Haris, menyampaikan : Tashorruf al-Imam ala ar-Ra’iyah manuthun bi al-Maslahah (Kebijakan Pemerintah atas rakyat harus didasarkan pada prinsip kemaslahatan). Bahwa, sudah sangat mendesak sekali kita ini para Santri Tebuireng yang berserakan dimana-mana memetakan gerakan besar dalam kontruksi beragaman kita, yang di politik, sosial budaya, pesantren, tentara, polisi, dan lain-lain bahkan yang bergerak di NU struktural maupun yang kultural untuk secara bersama-sama mengambil peran aktif dalam perjuangan yang lebih riil. Pos-pos strategis disegala lini harus sudah sesegera mungkin dipetakan dan digerakkan dalam satu spirit perjuangan, ‘.

3. KH. Fahmi Amrullah Hadziq, Gus Fahmi menegaskan, bahwa ketika kita tidak mungkin seragam dalam satu irama perjuangan, minimal kita ini bersatu. Bersatu dalam perbedaan. Kita akan kuat, hebat dan kokoh kalau kita memegang teguh tali persatuan, dalam ikatan persaudaraan dan silaturahim.

Ada yang sangat menarik yang saya dengar dari Penyair Legendaris Madura, yang ikut hadir pada Ngopi Bareng malam ini, beliau Kyai D. Zawawi Imron. Yang tidak mau disebut Kyai. Walaupun beliau Kyai, karena Ketawadhu’an nya. Menurut beliau : ‘.

Bicara Indonesia, sama dengan bicara NU, bicara NU, sama dengan bicara Tebuireng. Jasa Hadlratussyaikh, Tebuireng dan NU sangat lah besar bagi proses perjalanan bangsa ini.

Malam ini, setidaknya menjadi saksi bagi kita semua, yang hadir ke Pesantren ini, , , , , – , , , 2 .

Malam ini, saya banyak melihat dan bertemu dengan sahabat alumni, baik yang senior maupun seangkatan, yang masih tetap setia ikut hadir acara Ngopi Bareng sebagai salah satu rangkaian kegiatan Halal bi Halal Tahunan.

Ada Kyai Syihab Depok yang walaupun sepuh masih menyempatkan tetap berkhidmat hadir setiap tahunnya. Ada senior2 yang lainnya seperti H. Fauzi Surabaya, H. Ghufron Rofi’i Malang, dan beberapa senior lainnya dari Jakarta, Banten, Jawa Tengah, dan daerah lainnya.

Dari seangkatan, baik di atas saya dan di bawah angkatan saya, ada Abdul Wahid Asy’ari, Yusuf Hidayat, In’ami, Mas’ud, Faisol Ramelan, Kyai Sanggul Agus Maulana, H. Zaeni Hebron, Pengacara Viral Cak Sholeh, M. Sholeh AH, Sholeh Affandi, Fendy, Gentong, Komeng, H. Hasanuddin Wahid, Sekjen PKB dan Bendum IKAPETE, Cak Abdul Kholik, Imron Bojonegoro, Kyai Bardam Bojonegoro, H. Ahmad Faizin, Cak Tofik Ambon, Cak Hamim Kohari, Pelukis Kyai Mansyak dan Rozy, juga tampak hadir Mbak Lulu’ Faiqoh, Anik Husnul, Fitri, Mbak Eny, Oyen, dan lain-lain yang sempat saya lihat malam ini setia sampai acara selesai.

Prof. Maskuri Bakri selaku Ketua Presnas IKAPETE, juga tampak hadir dalam acara Ngopi Bareng malam ini. Secara umum walaupun yang hadir ada yang mengatakan yaaa yang itu-itu saja, yaa tetap saja tidak ada perubahan, malah ada yang tidak hadir, menurut saya ya gak jadi soal. Kita tetap harus terus bergerak dan menjaga rumah besar IKAPETE ini tanpa harus merasa ciut apalagi putus asa. Gerakan cinta Almamater Tebuireng, Gerakan Cinta Sadar diri sebagai Santri Tebuireng harus terus dilakukan, tanpa menunggu yang belum sadar.

Tak ada gading yang tak retak. Setiap sesuatu itu pasti tidak akan sempurna. Kekurangan dan kekeliruan dalam suatu proses, pasti akan kita jumpai. Yang Baik kita harus pertahankan, yang tidak baik ke depan harus kita evaluasi dan tidak perlu diulang.

Wallahu A’lam

- Advertisement -
Exit mobile version