JAKARTA, Indotimes.co.id Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengumumkan sejumlah sanksi yang dijatuhkan kepada klub, ofisial serta pemain Kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Sanksi berat berupa larangan bermain selama 6 bulan dan denda tertinggi Rp 50 juta diberikan Komdis pada dua kompetisi kasta tertinggi sepak bola di tanah air tersebut.

Sanksi berat larangan bermain selama 6 bulan diberikan kepada Heri Setiawan pemain PSG Pati, dikarenakan yang bersangkutan dinilai terbukti melakukan pelanggaran kode disiplin,  yaitu memukul wasit dalam laga melawan Persijap Jepara pada tanggal 11 Oktober 2021. Selain tidak boleh betaktivitas selama 6 bulan, Heri juga dikenkan denda sebesar Rp 50 juta atas perbuatannya itu.

Adapun denda sebesar Rp 50 juta, merupakan denda terbesar jumlahnya yang dijatuhkan dalam putusan sidang Komdis kali ini, yang diberikan kepada pemain, ofisial maupun klub peserta kompetisi.

Baca juga :  Kemenpora Lakukan Evaluasi Maksimalkan Program 2018

“Ada yang memukul tangan wasit dan itu tidak patut. Wasit harus dihormati. Heri mendapatkan sanksi paling berat, yakni larangan bermain selama 6 bulan dan denda Rp50 juta,” kata Ketua Komisi Disiplin PSSI, Erwin L. Tobing, dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/10).

Untuk larangan bermain selain Heri Setiawan, sanksi juga diberikan kepada Nurhidayat (PSG Pati) yang mendapatkan sanksi larangan bermain 3 pertandingan dan denda Rp 3 juta karena menyikut pemain lawan.

Begitu juga  pemain Badak Lampung, Talaohu Abdul Musafri, yang dilarang bermain selama enam pertandingan plus denda Rp50 juta. Sanksi diberikan karena Talaohu Abdul Musafri berkata kasar dan tidak pantas kepada wasit.

Adapun sanksi dari Komdis PSSI yang paling banyak adalah pelanggaran keterlambatan waktu  kick-off  yang dilakukan klub-klub Liga 1 dan Liga 2. Atas pelanggaran itu klub mendapatkan sanksi denda Rp 50 juta.

Baca juga :  Gubernur Banten Dukung Kemendagri Soal Pelarangan Bukber dan Open House

Selain itu juga ada sanksi untuk pelati Jaya Hartono, berupa larangan beraktivitas selana  satu bulan dan denda Rp 25 juta. Pelatih tim  Persijap Jepara itu dianggap melakukan pelanggaran disiplin, karena mendiskriditkan Keputusan PSSI.

Erwin menjelaskan, putusan  dikeluarkan, setelah pihaknya melakukan sidang Komdis, terkait pelanggaran disiplin yang terjadi dalam Kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Dimana dalam putusan sidang Kondis kali ini,  terjadi 12 pelanggaran pada kompetisi Liga 1, serta 14 pelanggaran pafa kompetisi Liga 2. Secara keseluruhan tetjadi 26 pelanggaran, yang meliputi pelanggaran fair play, keterlambatan kick off, jumlah kartu kuning yang cukup.banyak dalam satu pertandingan, tamu VIP yang masuk bench , serta mendiskriditkan keputusan PSSI.