Ferry Paulus Resmi Jabat Dirut PT LIB

JAKARTA, Indotimes.co.id — Ferry Paulus terpilih secara aklamasi sebagai direktur utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB), dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (15/11).

Ferry Paulus menjadi Direktur Utama PT LIB, yang sebelumnya diduduki oleh Akhmad Hadian Lukita. Namun, Akhmad Hadian Lukita sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan.

Komisaris Utama PT LIB, Juni A Rahman, yang memimpin RUPS, kepada media seusai acara, mengatakan tak ada perdebatan soal Ferry.

Menurutnya semua klub sepakat memilih Ferry menjadi pengganti Akhmad Hadian Lukita.

“Ferry Paulus terpilih secara aklamasi. Tidak ada perbedaan suara. Semua sepakat. Klub yang mengajukan nama-namanya. Memang cuma ada calon tunggal,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dirinya terpilih sebagai Dirut PT LIB, Ferry mengakui hal itu amanah yang diberikan klub kepadanya sebagai tidak mudah. Ferry menjelaskan dia hanya menjabat sebagai Dirut LIB hanya dalam tempo tiga bulan setelah RUPS Luar Biasa.

“Jadi saya hanya mengantarkan saja. Ini jabatan terberat. Saya diminta oleh teman-teman klub, tetapi saya mengajukan syarat hanya tiga bulan. Itu syaratnya dan mereka menyetujui,” ungkap Ferry.

Ferry menambahkan, dirinya juga diminta untuk membawa PT LIB memasuki satu dimensi baru menuju tranformasi.

Selain Ferry yang ditetapkan sebagai Dirut, RUPS juga menetapkan susunan komisaris lainnya, yaitu. Yabes Tanuri sebagai perwakilan Bali United, Ponaryo Astaman selaku perwakilan Borneo FC, dan Roofi Ardian sebagai perwakilan Rans Nusantara FC.

Untuk posisi direksi, selain Ferry, ada nama Munafri Arifudin, eks manajer PSM Makassar. Adapun Sudjarno sebagai Direktur Operasional untuk sementara, dan kelanjutannya akan dibahas komisaris dan direksi dalam rapat internal PT LIB.

Terkait kompetisi, menurut Ferry, PT LIB menilai tanggal 2 Desember sebagai waktu paling ideal.

Untuk itu PT LIB, lanjut Ferry akan segera mengadakan rapat dan bersurat ke pihak Kepolisian serta pihak terkait lainnta untuk membahas kelanjutan Liga 1 2022/2023.

Exit mobile version