Foto : Dok ILegue

BEKASI, Indotimes.co.id – Laju Semen Padang untuk memuncaki Klasemen Sementara Grup A ajang Kompetisi Pegadaian Championship 2026-2027 tertahan, setelah dipaksa bermian imbang 1-1 (1-0) sang tamu  PSIS Semarang  di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, Minggu (20/9) malam. Kemenangan didepan mata ‘Kabo Sirah’ pupus, setelah  Hari Nur Yulianto mencetak  gol penyimbang  PSIS pada menit ke-89.

Semen Padang unggul lebih dahulu lewat gol cepat Igor Cukovic pada menit 8, memanfaatkan umpan Stefano Lilipaly. Namun sayang gol cepat Igor, menajdi satu-satu gola tim kebanggan Kota Padang dalam laga super ketat tersebut.

Banyak peluang yang dihasilkan pasukan Nil Maizar dalam laga tersebut, namu tidak ada satu gol pu yang tercipta hingga pertandingan bekahir. Sebaliknya sang Tamu ‘Mahesa Jenar’ terus berupaya membobol gawang Semen Padang, untuk menyamakan kedudukan. Upaya tak mengnnal menyarah aan asuh Widodo C Putro,akhirnya mebahkan hasil satu menit menejlang laga berkahir, mereka mampu menyamakan kedduakan lway sepakan keras Hari Nur Yulianto dari luar kotap penbalti mampu menjebol gawang Semen Padang.,

Secara statistik, Semen Padang lebih dominan dalam penguasaan bola dengan persentase 56 persen berbanding 44 persen milik PSIS.Kabau Sirah juga mencatatkan delapan tembakan, sedangkan PSIS menghasilkan enam tembakan. Namun, PSIS lebih banyak mengarahkan bola ke sasaran dengan lima shots on target, sementara Semen Padang mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran.

Pelatih Semen Padang FC, Nil Maizar, mengakui hasil imbang tersebut terasa mengecewakan karena timnya menargetkan tiga poin dari pertandingan melawan PSIS.“Yang pertama, kekuatan kedua tim memang berimbang. Tinggal taktikal saja, tapi memang, hasil ini seperti kalah, bukan menang. Kalau seri, kami hanya mendapatkan satu poin. Kalau menang, tentu kami mendapatkan tiga poin,” ucap Coach Nil Maizar dalam sesi konferensi pers usai laga.

Baca Juga: Semen Padang Incar Poin Penuh Saat Jamu PSIS di Patriot Chandra Bhaga

Nil menilai gol penyama kedudukan terjadi akibat pemain Semen Padang kehilangan konsentrasi dalam mengawal pemain lawan. Menurutnya, situasi tersebut menjadi bahan evaluasi penting sebelum tim menghadapi pertandingan berikutnya. “Namun, saya tetap mengapresiasi pemain. Mereka pemain-pemain luar biasa, hanya saja tadi ada kelengahan. Kami tidak menjaga pemain lawan dengan baik. Kalau pemain itu dijaga, saya pikir dia tidak bisa mencetak gol. Nah, itu yang nanti akan kami evaluasi,” tandas Nil Maizar.

Hasil imbang ini membuat kedua tim sama-sama mendapatkan tambahan satu poin dari pertandingan pekan kedua.Semen Padang  turun poisisi diperingkat keempat klasemsn sementara Grup A  dengan poin 3, hasil sekali  menang 0-1 atas Persiraja Banda Aceh pada laga tandang pekan lalu.. Sementara itu, PSIS Semarang juga datang dengan modal kemenangan pada pertandingan perdana setelah mengalahkan PSPS Pekanbaru 2-1, dengan  poin 3, namun PSIS unggul dalam selisih gol memasukan dan berada di peingkat ke-3 klasemen semnatara.

Baik Semen padang maupun PSIS seharusnya mendapat poin 4, namun kedua tim mendapat  pengurangan 1 poin sebelum kompetisi bergulir, akibat perubahan homebase (markas) yang berkaitan dengan aturan lisensi klub (Club Licensing) untuk Semen Padang dan ketidak lengkapan persyaratan administrasi untuk PSIS, sehingga kedua mendapatkan hanya poin 3 dari dua laga yang telah dijalani.

Sementara itu Persikad Depok untuk  sementara memuncaki klasemen sementara Grup A Pegadaian Championship 2026-2027, denga poin 6 hasil dua kemenangan atas  PSGC 2-1 dan  Bekasi City 2-1. Posisi kedua ditempatu PSMS Medan yang mengumpulakn poin 4 hasil sekali imbang 2-2 lawan Sumsels United dan menang 6-0 atas Persiku Kudus.