
Foto : MAK
JAKARTA. Indotimes.co.id – Agenda pertandingan timnas Indonesia pada FIFA Matchday November 2026 sampai sejauh ini belum ada kejelasan. Situasi di kawasan Timur Tengah dan mundurnya pelaksanaan Piala Asuan 2027 menjadi salah satu pertimbangan utama federasi (PSSI) dalam menentukan lawan uji coba.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir menanggapi belum ada agenda pasti tim mana yang akan menjadi lawan pasukan John Herdman, menyusul batalnya Yordania yang bakal menjadi lawan Indonesia pada FIFA Matchday November 2026.
Menururnya sejauh ini memang belum menemui kejelasan. Situasi di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pertimbangan utama federasi dalam menentukan lawan uji coba. Di sisi lain, kata Erick, mundurnya penyelenggaraan Piala Asia 2027 dinilai memberikan keuntungan bagi Indonesia karena memiliki waktu persiapan lebih panjang.
Erick mengungkapkan, kondisi di Timur Tengah saat ini cukup kompleks sehingga PSSI harus mengutamakan keselamatan para pemain sebelum menentukan rencana pertandingan. “Karena itu, kepastian mengenai negara yang akan menjadi lawan timnas Indonesia pada FIFA Matchday November masih menunggu perkembangan situasi. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan para pemain terlebih dahulu,” kata Erick, disela-sela penutupan Turnamen Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Kamis (5/11) di Jakarta.
Erick juga menjelaskan, perubahan jadwal Piala Asia 2027 turut memengaruhi agenda timnas Indonesia pada November. Sebelumnya, rencana pertandingan uji coba tersebut berkaitan dengan persiapan menghadapi kompetisi yang diselenggarakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Namun, setelah AFC memundurkan penyelenggaraan Piala Asia dari sebelumnya 7 Januari – 5 Februari 2027 menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028, PSSI harus kembali menyesuaikan agenda yang telah disusun.
“Saat ini, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Nanti silakan Badan Tim Nasional bersama Coach John (Herdman) berdiskusi untuk menentukan seperti apa rencana alternatif atau plan B yang akan disiapkan,” ujarnya.
Terkait penundaan pelaksanaa Piala Asia 2027, Erick menilai keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh negara peserta sehingga harus dihormati. Meski demikian, ia melihat perubahan jadwal tersebut justru bisa memberikan keuntungan bagi timnas Indonesia.
Menurut Erick, tambahan waktu persiapan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan performa tim sebelum menghadapi rangkaian agenda internasional yang cukup padat pada 2027. “Ini justru bisa menguntungkan Indonesia karena waktu persiapan menjadi lebih panjang,” ucapnya pula.
Erick menjelaskan, timnas Indonesia memiliki sejumlah agenda penting pada tahun depan. Pada Maret dan Juni, tim diharapkan dapat memaksimalkan waktu untuk meningkatkan performa sebelum memasuki rangkaian kualifikasi Piala Dunia pada September.
Agenda kemudian berlanjut pada Oktober dan November. Dengan jadwal yang lebih panjang, PSSI berharap timnas Indonesia memiliki persiapan lebih matang dan dapat menjaga konsistensi performa. Dengan demikian, Erick berharap timnas Indonesia bisa menjalani seluruh agenda pertandingan tersebut dalam kondisi optimal.
“Dengan demikian, timnas bisa benar-benar berada dalam kondisi siap dan menjalani rangkaian pertandingan secara maksimal tanpa persiapan yang terputus-putus,” pungkasnya.













