Dana Bergulir LPDB Serap 1,7 Juta Tenaga Kerja

DENPASAR, Indotimes.co.id – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kemas Danial mengatakan, penyaluran dana bergulir telah menyerap sekitar 1,7 juta tenaga kerja dengan total dana yang tersalurkan lebih dari Rp 8 triliun sejak 2008.

“Jadi hingga akhir Maret 2017 LPDB telah menyalurkan dana bergulir kepada 2.613 koperasi dan dimanfaatkan dananya oleh lebih dari 900 ribu lebih UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Kemas Danial Rapat Koordinasi Kerjasama Program Penyaluran Pinjaman/Pembiayaan Dana Bergulir LPDB KUMKM dengan Pemerintah Daerah di Bali, Kamis (27/4/2017).

Menurut Kemas, pada tahun ini dana bergulir yang dialokasikan sebesar Rp 1,5 triliun, terdiri dari Rp 600 miliar untuk pinjaman/pembiayaan syariah dan Rp 900 miliar untuk konvensional.

“Tahun ini kami punya Rp 1,5 triliun disalurkan di seluruh Indonesia, nah hampir 30 ribu lebih pelaku koperasi dan UKM kita yang antri, paling tidak Rp 50 triliun kita butuhkan, walaupun akan ditambah lagi 2018. Mudah-mudahan dengan kerja sama dengan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) ini tambahan dana di 2018 bisa terserap dengan baik,” kata Kemas.

Baca juga :  Era Baru Keluarga Indonesia Maju Tahun Emas 2045

Kemas berharap kerja sama dengan pemerintahan daerah baik BLUD/Unit Pelaksana Teknis (UPT) dapat terus terjalin dengan baik khususnya pada fungsi kontrol, sehingga dampak manfaatnya dapat lebih memberikan nilai tambah yang cukup berarti bagi kemajuan koperasi dan UMKM ke depan.

Sebab dia menilai, kerja sama program penyaluran pinjaman/pembiayaan dana bergulir LPDB dengan pemerintah daerah dapat menjadi bagian penting sebagai salah satu alternatif solusi untuk percepatan peningkatan akses pembiayaan bagi KUMKM yang memiliki keterbatasan di bidang permodalan guna mengembangkan usahanya.

Kemas juga berharap di setiap kabupaten/kota dapat direalisasikan minimal 1 UPT atau BLUD dana bergulir daerah yang dapat melayani pembiayaan kepada KUMKM berkerja sama dengan LPDB, sehingga nantinya KUMKM dapat lebih berperan dalam menumbuhkan investasi dan pembangunan di daerah yang berdampak nyata dalam mengatasi kemiskinan dan mengurangi tingkat pengangguran.

Baca juga :  Kospin Jasa Resmi Sebagai Koperasi Penyalur KUR Pertama

“Dengan demikian pada gilirannya keberadaan LPDB maupun BLUD dana bergulir di daerah dapat ikut berperan aktif dalam menumbuhkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor KUMKM,” ujar Kemas.

Deputi bidang Kelembagaan Kemenkop UKM Meliadi Sembiring hadir sekaligus membuka rapat koordinasi kerja sama program penyaluran pinjaman/ pembiayaan dana bergulir LPDB-KUMKM dengan pemerintah daerah mewakili Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga.

Dalam rapat bertema “Melalui Dana Bergulir LPDB-KUMKM, KUMKM Maju Berkembang dan Rakyat Sejahtera”, Meliadi berharap sinergi pemerintah pusat dengan daerah dan para mitra yang terkait pembiayaan dapat berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan perekonomian rakyat.