Kemenkop Siap Fasilitasi Start Up

JAKARTA, Indotimes.co.id – Kementerian dan siap menfasilitasi atau untuk lebih berkembang.

Fasilitasi itu antara lain berupa hak cipta, izin usaha yang semuanya gratis.

Selain itu, bagi start up yang membutuhkan permoalan, dan UKM bissa menfasilitasi akses permodalan ke lembaga pembiayan seperti perbankan.

“Start up itu sebagian besar diisi oleh dengan dengan aset di bawah Rp 50 juta, sampai usaha kecil di bawah Rp 2,5 miliar,” kata Sekretaris Kemenkop dan UKM, Agus Muharram dalam Forum Competitivenes di Jakarta Rabu (10/5/2017).

Agus mengatakan, start up saat ini merupakan solusi  alternatif dalam menekan angka pengangguran, karena keterbatasan lapangan pekerjaan baik di pemerintahan, maupun  swasta.

Apalagi penerimaan PNS kini dalam status moratorium kecuali untuk tenaga medis, kesehatan dan guru.

Baca juga :  Kopajag Sejahterakan Awak Angkutan Umum Bukittinggi Berkat Dana Bergulir

“Bagusnya, saat ini mulai ada kecenderungan Saat ini sebagian pelaku startup juga menjadikan wirausaha pemula ini sebagai pilihan, karena tidak mau atau enggan bekerja di pemerintahan maupun perusahaan,” ujarnya.

Seperti diketahui, perkembangan start up di Indonesia bisa dibilang cukup tertinggal jika dibandingkan beberapa negara tetangga, seperti Singapura dan lainnya.

Selain masalah daya saing produk belum kelarnya regulasi yang mengatur startup itu juga menjadi kendala tersendiri.

“Selain itu, para pemilik startup ini rata-rata anak muda. Jadi mereka masih sulit untuk mendapatkan koneski ke perusahan-perusahaan besar,” ujarnya.

Meski demikian dirinya yakin startup milik Indonesia dapat bertahan melawan startup luar.

“Kita kan punya keuntungan tersendiri untuk bersaing di Indonesia. Startup dalam negeri kan sudah tahu tantangan dan seluk beluk pasar Indonesia. Pasti kita menanglah,” katanya.

Dia menambahkan, para pemodal yang ingin mendanai startup lokal (Indonesia) juga semakin meningkat. Namun mereka masih cenderung memilih, kepada startup mana dia akan mengucurkan dananya,” katanya.

Baca juga :  Kemenkop dan UKM Dorong Percepatan KUR di Sulteng

Oleh karena itu, dengan mengikuti dan akselarasi di berbagai lembaga Startup Accelerator seperti National Start up Center ini, Agus meyakini para start up di Indonesia pasti akan berkembang dengan cepat.

Sementara itu, CEO dan Chief Strategy Consultant  Arbey, -salah satu perusahaan konsulting Handito Juwono menjelaskan,  menyelenggarakan Competitiveness Forum secara periodik untuk mencari terobosan dalam peningkatan daya saing di tingkat korporasi maupun nasional.

Saat ini Arrbey sudah mengeluarkan beberapa strategi untuk meningkatkan daya saing dunia usaha dan perekonomian nasional antara lain, peluncuran Indonesia Directorship School, National Startup Centre, Digital Marketing Startup Competition, dan peluncuran buku The 5 Arrows Neo Statrup.

“Indonesia Directorship School merupakan program terpadu untuk mencetak direksi dan komisaris yang visioner, sistematis dan memiliki orientasi good governance. Untuk itu kami bekerja sama dengan Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia (LKDI) dan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG),” ungkapnya.

Baca juga :  Kolaborasi Kemenkop-Moka Dorong Transformasi Digital UKM

Handito menambahkan, Digital Marketing Startup Competition merupakan salah satu langkah kongkrit untuk meningkatkan daya saing perusahaan Indonesia khususnya perusahaan startup.

Sedangkan untuk National Startup Centre, Handito menjelaskan, merupakan wadah berhimpunnya para organisasi dan komunitas startup nasional.

“National Statrup Centre ini diharapkan akan menjadi wadah efektif bagi startup di Indonesia,” katanya.

Dia berharap dengan adanya National Startup Centre akan lahir banyak startup Indonesia baik tingkat nasional maupun global.