Mitra Repeater LPDB Diharapkan Jadi Pengentas Rentenir

KUPANG, Indotimes.co.id – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Serba Usaha (KSU) Talenta Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (27/2).

Kedatangan Braman bersama rombongan disambut Ketua Badan Pengurus KSU Talenta, Paulus Rate Tadung, dan beberapa pengurus lainnya antara lain Semus Baitanu sebagai Sekretaris KSU Talenta, Maureen Djaranjo sebagai Bendahara dan Daenderst Pila Padji sebagai General Manager.

Sejak berdiri tahun 1996 hingga saat ini, KSU Talenta telah menyalurkan pinjaman untuk modal usaha anggotanya sebesar Rp 1 triliun. Anggota KSU Talenta yang sudah berjumlah 12 ribu anggota itu sebagian besar bergerak di sektor perdagangan yang orientasi usahanya di pasar-pasar tradisional.

“Saya lihat dari sisi anggota luar biasa. Ini perlu dicontoh simpanan wajib dan pokok sudah disampaikan sebelum menjadi anggota. Sehingga bagi mereka yang mau masuk ke koperasi terdorong mau gabung karena akan mendapatkan keuntungan besar,” kata Braman.

Baca juga :  Berdayakan Umat, MES Masyarakatkan Keuangan Syariah

Braman memuji eksistensi KSU Talenta dalam membangun jejaring di pasar di tengah fenomena bisnis peminjaman uang dengan bunga sangat tinggi atau praktik masih marak terjadi di sejumlah pasar tradisional di NTT. Banyak pedagang yang terbelit utang lantaran sulit mengembalikan pinjaman ke rentenir.

“Saya kira KSU Talenta pernah dapat penghargaan menjadi salah satu koperasi teladan di Provinsi NTT. Sejalan dengan program Kementerian Koperasi dan , Teten Masduki selaku Menkop berpesan bagaimana peran serta KSP bisa mengurangi ruang gerak rentenir,” ujarnya.

Braman berharap KSU Talenta menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai tentenir. Caranya dengan melakukan jemput bola dengan menawarkan program pinjaman modal usaha kepada para pedagang. Apalagi KSU Talenta memiliki program kredit yang membidik sasaran utama para pedagang pasar tradisional.

“Pak Menteri mengajak seluruh KSP nanti bisa mengurangi rentenir yang mencekik pedagang pasar yang notabene anggota koperasi. Kami juga berharap KSP benar-benar membantu mengurangi jeratan rentenir kepada pedagang pasar,” ujar Braman.

Baca juga :  Rebranding Koperasi ke Generasi Milenial Digalakkan

Tidak hanya dengan KSP, Braman mengatakan, pihaknya akan menggandeng Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) dalam memerangi rentenir. Inkoppas akan diberikan bantuan pinjaman/ pembiayaan dana bergulir untuk kemudian disalurkan sebagai modal usaha pedagang yang menjadi anggota Inkoppas.

Ketua Badan Pengurus KSU Talenta, Paulus Rate Tadung mengatakan, untuk memerangi rentenir salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan melakukan intervensi berupa pemberian dukungan permodalan guna mendukungan keberlangsungan usaha para pedagangan pasar tradisonal.

“Rentenir masih banyak terutama di pasar-pasar. Oleh karena itu, mesti harus intervensi tidak hanya modal tp juga komitmen bersama. Karena rentenir itu masuk ke pedagang gampang, gak perlu pakai jaminan,” ungkap Paulus.

KSU Talenta merupakan mitra LPDB-KUMKM yang sudah beberapa kali mengakses pinjaman dana bergulir. Pada tahun ini KSU Talenta mengajukan permohonan pinjaman dana bergulir sebesar Rp 2 miliar untuk memenuhi kebutuhan modal usaha anggotanya yang sebagian besar merupakan pedagang tradisional.

Baca juga :  Koperasi Tumbuhkan Jiwa Social Enterpreneur

“Kita masih membutuhkan tambahan modal untuk kita salurkan kepada anggota yang membutuhkan. Karena kalau kita andalkan deposito itu bunganya tinggi maka kita berusaha supaya dapat pinjaman dengan bunga yang murah dari LPDB,” ujar dia.

Paulus menegaskan pihaknya selalu tepat waktu dalam mengembalikan pinjaman kepada LPDB-KUMKM. Pertama kali KSU Talenta mengakses pinjaman dana bergulir tahun 2010-2012 sebesar Rp 3 miliar, dan 2013-2015 sebesar 5 miliar.

Dari perputaran dana bergulir tersebut ditambah modal anggota yang berasal dari simpanan wajib, dan simpanan pokok, bisa menghasilkan omzet setiap tahun mencapai Rp 100 miliar. Sedangkan total aset yang berhasil dibukukan hingga 2020 sebesar Rp 71 miliar.

Kegiatan usaha KSU Talenta terdiri dari unit simpan pinjam, unit persewaan tenda, kursi dan lampu, usaha properti/ perumahan, kontraktor dan percetakan batako. Sedangkan produk simpanannya antara lain berjangka, sukarela dan khusus.