JAKARTA, Indotimes.co.id – Film Dalam Sujudku garapan sutradara Rico Michael menjadi proyek pertama bagi Marcel Darwin dalam membintangi film bergenre drama religi. Dalam film ini, Marcel memerankan tokoh Farid, seorang suami yang menghadapi ujian rumah tangga di tengah perjalanan spiritualnya.
Saat menghadiri acara prescreening di Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (10/4), Marcel membagikan pandangannya tentang makna menjadi manusia baik. Ia menegaskan bahwa penilaian tersebut tidak bisa datang dari diri sendiri.
“Kalau dibilang saya orang baik, saya enggak bisa menilai. Yang bisa menilai saya baik itu orang lain. Menurut saya, laki-laki baik atau manusia baik adalah yang bisa berguna dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Film ini mengangkat kisah nyata tentang cinta, kesetiaan, serta rapuhnya komunikasi dalam pernikahan jarak jauh. Cerita berfokus pada perjalanan Farid dan istrinya, Aisyah (Vinessa Inez), yang harus menjalani hubungan LDM (Long Distance Marriage). Farid merantau ke Jakarta demi pekerjaan, sementara Aisyah tetap tinggal di Garut.
Seiring waktu, jarak memunculkan konflik, kesalahpahaman, hingga hadirnya orang ketiga, Rina (Naura Hakim), yang memperumit hubungan mereka. Dinamika ini menguji fondasi kepercayaan dan kesetiaan dalam pernikahan.
Selain Marcel, film ini juga dibintangi sejumlah nama seperti Dominique Sanda, Dennis Adishwara, Riyuka Bunga, Chika Waode, dan Momo Moriska.
Dalam proses produksi, Marcel mengungkapkan bahwa pendalaman karakter dilakukan secara intensif melalui reading selama tiga minggu. Hal ini membuat proses syuting berjalan lebih lancar.
“Proses reading kita lumayan panjang, sampai tiga minggu. Jadi pas syuting, semuanya sudah siap. Tinggal masuk set dan take, alhamdulillah lancar,” jelasnya.
Meski begitu, tantangan tetap muncul di lokasi syuting, mulai dari faktor cuaca hingga gangguan teknis. Ia bahkan sempat kesulitan menahan tawa saat menjalani adegan emosional.
“Ada adegan saya lagi sujud sambil nangis, tiba-tiba ada suara ngorok dari pemain lain. Itu susah banget nahan ketawa, apalagi harus langsung balik ke emosi nangis lagi,” katanya sambil tertawa.
Marcel juga mengaku diberi kebebasan oleh sutradara untuk mengeksplorasi karakter Farid, termasuk dalam pengembangan dialog selama tidak keluar dari alur cerita utama.
Menariknya, ia menegaskan tidak ada kemiripan antara dirinya dengan karakter Farid. Namun, keduanya sama-sama berada dalam proses menjadi pribadi yang lebih baik.
“Hikmah yang bisa diambil dari film ini adalah kesempatan kedua dari Allah itu enggak pernah berhenti. Hidayah selalu ada buat kita,” tandasnya.
Film Dalam Sujudku diharapkan mampu menyentuh sisi spiritual penonton sekaligus menjadi refleksi tentang perjalanan hidup, kesalahan, dan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.