JAKARTA, Indotimes.co.id –  Pada tahun 2023, Indonesia kembali akan memegang posisi penting dalam forum internasional sebagai ketua perhimpunan negara-negara di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN. Terkait hal tersebut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mendukung Indonesia menjadi Ketua ASEAN.

Hal tersebut disampaikan Menpora  saat  Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri terkait Pilar Sosial Budaya untuk Keketuaan Indonesia 2023 yang pimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, melalui virtual dari Kemenpora, Kamis (18/8).

“Prinsipnya, kami mendukung apa yang disampaikan oleh Ibu Menlu dan arahan dari Pak Menko PMK, untuk Indonesia menjadi ketua Asean pada tahun 2023,” katanya.

“Kalau dilihat dari paparan Menko PMK tadi, kami punya tanggungjawab untuk kedua urusan yakni Senior Officials Meeting on Sports (SOMS) dan Senior Officials Meeting on Youth (SOMY). Pada tahun 2016, kita menjadi ketuanya untuk SOMY. Sedangkan untuk SOMS pada tahun 2011,” tambahnya.

Khusus untuk SOMS, lanjutnya, biasanya pada saat pelaksanaan Sea Games, para menteri olahraga se-Asia Tenggara ada rangkaian acaranya yaitu Officials Meeting. Tetapi waktu di SEA Games Filipina dan Vietnam tidak ada.

“Saya tadinya berharap pada saat Asean Para Games di Solo yang lalu, kita coba koordinasikan cuma karena waktunya sempit akhirnya tidak jadi. Sedangkan untuk SOMY, Indonesia aktif,” katanya.

Sementara itu, Menko PMK  Muhadjir Effendy menyampaikan pada tahun 2023, akan ada dua KTT yaitu pada bulan Mei dan November 2023. Untuk itu, kita harus memastikan bahwa setiap agenda pertemuan tingkat ASEAN disiapkan dengan sebaik-baiknya.

“Berdasarkan laporan Sekretariat ASEAN selama periode 2020-2021 terdapat 77 deklarasi yang sudah dihasilkan oleh Pilar Sosial Budaya. Dari 77 deklarasi, 54 deklarasi sudah ditindaklanjuti menjadi regulasi atau program tingkat nasional yang sesuai di negara ASEAN,”  tandasnya.