JAKARTA, Indotimes.co.id – Berawal dengan niat untuk pergi memancing di laut, nasib malang tiba-tiba menimpa enam pria di perairan Tanjung Priok, pada Kamis (20/7) lalu.

Rasa gentar menyelimuti 6 pria ketika kapal yang mereka tumpangi untuk memancing di area pulau Damar, tiba-tiba mengalami kebocoran. Lambung kapal diketahui mengalami kerusakan karena menabrak benda keras yang diperkirakan berupa kayu, sehingga kapal bocor dan perlahan tenggelam.

Meski kru kapal nelayan tersebut telah berusaha keras menguras air yang masuk, kondisi kapal semakin tak tertolong.

“Kejadiannya sekitar sore hari saat itu, kapal nelayan tampak melaju mendekati kapal MT Kakap milik PIS untuk meminta pertolongan dan dilihat oleh mualim jaga (chief officer) yakni Budi Hartanto yang kemudian melakukan observasi menggunakan binocular,” ujar nakhoda kapal MT Kakap Mohammad Chamdanie, saat menuturkan ulang peristiwa tersebut, Senin (24/7).

Kapal MT Kakap merupakan kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang mengangkut produk petrokimia. Saat kejadiaan berlangsung, kapal MT Kakap sedang berlabuh jangkar di perairan Tanjung Priok dan bersiap berlayar untuk menuju Cilacap, Jawa Tengah.

Chamdanie melanjutkan, saat itu Mualim Budi Hartanto melihat para penumpang di kapal melambaikan tangan meminta pertolongan yang kemudian segera direspons oleh MT Kakap untuk aksi penyelamatan. Kapal MT Kakap yang dimiliki oleh PIS pun bergerak mendekati sisi kiri kapal nelayan, yang sudah tampak separuh terendam air.

“Kami mendekat perlahan di sebelah kiri, lalu mengirimkan tali untuk menambatkan kapal dan menahan agar tidak semakin tenggelam. Setelah kapal nelayan terikat di lambung kiri kapal, kru MT Kakap segera menurunkan tangga pandu untuk menyelamatkan penumpang ke atas deck,” paparnya lagi.

Total jumlah penumpang sebanyak 6 orang, diketahui 3 penumpang dan 3 kru kapal, yang diselamatkan kemudian diberikan akomodasi, minuman hangat, beserta makanan. Sementara MT Kakap mencoba berkomunikasi dengan pemilik kapal nelayan melalui radio, dan diberikan respon akan dikirimkan penjemputan untuk para penumpang tersebut.

“Dua kapal penjemput tiba merapat pada pukul 19.50 WIB dan crew dan penumpang kapal nelayan diturunkan dengan selamat yang selanjutnya pula boat yang dalam keadaan 95% tenggelam ditarik menuju pangkalan,” ungkap Chamdanie.

Aksi berlangsung aman dengan seluruh penumpang berhasil diselamatkan, dan operasional kapal MT Kakap tidak alami kendala.