Jakarta, Indotimes.co.id – Purnomo Yusgiantoro Center () mengadakan acara Peluncuran dan Diskusi ” karya Sri Murniati Dualismi Sachro. Diskusi ini mengundang narasumber Linda Amalia Sari Agum Gumelar dengan moderator Novy Lumanauw.

Acara ini dibuka oleh Ketua Umum PYC, Filda C. Yusgiantoro. Pada sambutannya, Filda menceritakan kisah Sri Murniati Dualismi Sachro atau yang lebih dikenal dengan Lis Yusgiantoro, sebagai istri Menteri ESDM dan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro. “Pengabdian beliau tidak hanya ditujukan kepada keluarga. Kisah hidupnya dituangkan dalam sebuah buku yang menginspirasi,” katanya di Jakarta.

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Linda Amalia Sari Agum Gumelar. Linda menceritakan kedekatan keluarganya dengan keluarga Lis Yusgiantoro. Lebih lanjut, Linda mengatakan bahwa perjalanan hidup Lis Yusgiantoro layak dituangkan dalam sebuah buku. Buku ini menggambarkan perjalanan Lis Yusgiantoro sejak lahir. Keteladan dan cinta kasih melekat pada kepribadian Lis Yusgiantoro. Linda menjelaskan yang menarik dari buku ini juga menceritakan tentang pertemuan pertama Lis dengan Purnomo Yusgiantoro di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang. Salah satu hal yang menonjol dari prinsip beliau adalah kecintaannya terhadap tanah air Indonesia.

Baca juga :  Jelang Demo 4 November, Jokowi Terima Pengurus Ormas Islam di Istana

Selanjutnya testimoni dari Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Sinta berkata bahwa tugas seorang istri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya yang terkadang tidak menarik untuk diperhatikan. Namun, itu semua akan menjadi berarti ketika terekam dalam jejak dokumentasi. Itulah pentingnya kita menulis pengalaman hidup untuk dapat menginspirasi. Melalui buku ini tidak hanya dapat melihat kiprah perempuan dalam menjalani kehidupan, tetapi juga memiliki pesan kepada anak-anak. Dari buku ini kita dapat melihat dokumen kehidupan seorang ibu bagi anak-anaknya dan istri bagi suaminya. Buku ini juga berfungsi sebagai cermin untuk introspeksi bagi diri sendiri. Yang terakhir, buku ini berfungsi sebagai jendela yang juga merupakan serpihan dari sejarah Indonesia.

Selanjutnya adalah diskusi buku yang juga sebagai penyampaian komentar dan tanggapan dari Lies  Luluk Sumiarso (Eksel 1 Ladies DESDM), Etty Sjafrie Sjamsoeddin (Kelompok Selalu Ceria Kementerian Pertahanan), Penny Marsetio (PINKAN Indonesia), Hera Pudjo (Istri Alumni Institut Teknologi Bandung Angkatan 70), Nining Septo Siregar (Arisan Istri Dosen ITB dan Isteri Alumni Fakultas Teknik Perminyakan Angakatan 70), Anita A. Hutagalung (Perwatusi), Penny Moerpratomo (YABBI), Titien Pamudji Raharjo (Kursus Reguler Angkatan 25 Lemhannas), Ida Thamrin (Paguyuban Istri Pensiunan Warakawuri KESDM), Profesor Sri Sangkawati Sachro (Perwakilan Keluarga), Hevearita Gunaryanti Rahayu (Wakil Walikota Semarang), serta Luky Yusgiantoro dan Inka Yusgiantoro (Putra Lis Yusgiantoro).

Baca juga :  Gubernur Banten Terima Juknis Dekonsentrasi Kemendagri

Acara diakhiri dengan closing statement dari Lis Yusgiantoro yang mengucapkan terima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan.