PLN Sambung Listrik 10,3 Juta Va untuk Pertamina EP di Tengah Pandemi
foto. ist

JAKARTA, Indotimes.co.id – PT (Persero) menunjukkan komitmen untuk memberikan pelayanan optimal kepada seluruh pelanggan dan calon yang memerlukan suplai meski dihadapkan pada situasi pandemi virus corona (Covid-19).

Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan PLN melakukan penyambungan listrik untuk mendukung operasional PT Pertamina EP (PEP) Asset 5 Tanjung dengan daya sebesar 10.380 kilo Volt Ampere (kVA) atau setara 10.380.000 Volt Ampere (VA).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng) Sudirman mengatakan, Pertamina EP merupakan pelanggan PLN pertama di luar Jawa- yang menggunakan Super Ultima II milik PLN. Sebelumya Pertamina EP menggunakan captive power berupa Gas Turbine Generator (GTS) sebagai sumber suplai listrik.

Dengan terjalinnya kerja sama dengan PLN, maka  suplai listrik Pertamina EP sudah dipasok penuh oleh PLN. “Sinergi PLN dengan Pertamina merupakan bentuk kerja sama yang sangat baik, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan Pertamina terhadap Layanan Super Ultima II milik PLN. Ini tentunya mampu memberikan efisiensi bisnis yang baik untuk BUMN,” kata Sudirman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (6/6).

Menurut Sudirman, guna mendukung para yang membutuhkan suplai listrik dalam jumlah yang sangat besar dengan tingkat keandalan yang terjamin, PLN memiliki produk layanan khusus. Layanan Super Ultima II yang digunakan oleh Pertamina EP adalah produk layanan terbaik PLN yang merupakan gabungan dari layanan Premium dan Super Ultima. Sehingga melalui layanan Super Ultima II, Pertamina EP akan mendapatkan pelayanan dan suplai listrik istimewa.

“Dengan layanan Super Ultima II ini, Pertamina EP akan mendapatkan kualitas layanan listrik terbaik. Karena kami memasang perangkat khusus yang dinamakan Diesel Rotary Uninteruptible Power Supply (DRUPS) untuk mewujudkan kualitas listrik terbaik untuk Pertamina EP. Jaminan tanpa padam, suplai listrik  tanpa gangguan dan tegangan listrik yang selalu stabil,” ujar Sudirman.

Sementara itu, Pertamina EP Tanjung Field Manager, Zulfikar Akbar yang memantau proses peralihan suplai listrik Pertamina dari GTS ke suplai listrik PLN  juga mengapresiasi PLN yang sudah berhasil menyukseskan kerja sama dan sinergi BUMN tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN yang sudah menunjukkan kinerja yang sangat baik. Sinergi BUMN ini merupakan sebuah langkah konkret dalam meningkatkan efisiensi terhadap biaya operasi Pertamina EP Tanjung Field, terutama di tengah pandemi Covid-19 dan penurunan dunia,” katanya.

Zulfikar mengatakan, dengan menggunakan Produk Layanan Super Ultima II PLN, pihaknya dapat melakukan penghematan dari biaya pokok pembangkitan listrik yang mencapai Rp.12 miliar per bulan dan dapat meningkat hingga Rp170 miliar per tahun, mengacu kepada proyeksi peningkatan beban di Triwulan III tahun 2020.

“Semoga sinergi BUMN ini dapat dijadikan benchmark untuk lapangan lain di PT Pertamina EP yang mengalami permasalahan tingginya biaya pokok pembangkitan listrik sehingga bisa menurunkan biaya produksi lapangan migas,” ungkap Zulfikar.