Speedboat 'Suka Boat' Karya Napi Sukamiskin Curi Perhatian di IIMS 2026

JAKARTA, Indotimes.co.id – Riuh suara mesin mobil listrik dan motor terbaru mendominasi gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran. Namun, di antara deretan kendaraan darat yang futuristik, terselip satu objek yang sukses membuat pengunjung menoleh: sebuah speedboat kokoh berbahan fiberglass yang tampak elegan dan profesional.

Bukan datang dari pabrikan otomotif raksasa, kapal cepat bernama SB-6 (Suka Boat 6 meter) ini lahir dari balik tembok tinggi Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung. Kapal ini merupakan hasil nyata dari program pembinaan bertajuk SUKAKAPAL.

Sentuhan Profesional dari Tangan Warga Binaan

Kapal dengan dimensi panjang 6 meter dan lebar 2 meter ini memiliki finishing yang sangat rapi. Siapa sangka, kapal ini dirakit sepenuhnya oleh tangan-tangan warga binaan yang tengah menjalani masa pidana. Melalui program SUKAKAPAL, mereka dibekali keahlian teknis tingkat tinggi dalam mengolah fiberglass dan aluminium.

Kasi Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas I Sukamiskin, Andi Wahyu Giatja, mengungkapkan rasa bangganya saat melihat karya anak didiknya terpajang di pameran internasional. “Mereka sangat antusias dan bangga ketika tahu karyanya diakui dan diundang untuk pameran di Jakarta,” ujarnya saat ditemui di lokasi pameran.

Standar Industri: Bukan Sekadar Mengisi Waktu

Program SUKAKAPAL tidak dijalankan secara amatir. Pihak Lapas menghadirkan pakar perkapalan sebagai narasumber untuk memastikan proses produksi sesuai standar industri global. Warga binaan dilatih layaknya pekerja profesional yang harus mengejar target, disiplin waktu, dan menjaga kualitas tanpa cela.

Kapal SB-6 sendiri dirancang sebagai speedboat multifungsi yang mampu mengangkut enam penumpang. Kapal ini siap digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari:

  • Transportasi perairan dan rekreasi
  • Operasi SAR (Search and Rescue)
  • Kegiatan memancing dan diving
  • Keperluan utilitas lainnya

Misi Besar: Modernisasi Kapal Nelayan Nusantara

Selain memproduksi unit baru, Lapas Sukamiskin juga tengah fokus pada modernisasi kapal tradisional. Uniknya, mereka tetap mempertahankan bentuk asli kapal yang sudah menjadi budaya nelayan, namun mengganti material kayu dengan fiberglass atau aluminium agar lebih tahan lama.

Langkah ini diambil untuk mendukung program ketahanan nasional serta mempermudah adopsi teknologi oleh nelayan lokal yang seringkali enggan berganti bentuk kapal karena alasan adat dan kebiasaan.

Speedboat 'Suka Boat' Karya Napi Sukamiskin Curi Perhatian di IIMS 2026

Kesempatan Kedua Lewat Keterampilan Terapan

Dukungan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menjadikan program ini sebagai salah satu pilar pembinaan modern. Di dalam bengkel kerja, warga binaan dengan latar belakang teknik mesin, desain, hingga manajemen bergabung untuk menciptakan produk yang kompetitif.

Melalui Suka Boat, Lapas Sukamiskin ingin mengirimkan pesan kuat: bahwa penjara bukanlah akhir. “Kami ingin dinilai dari apa yang bisa kami kerjakan hari ini. Lewat kapal ini, kami belajar untuk kembali berlayar ke masyarakat dengan harapan baru,” tutup Andi Wahyu.

Dapatkan berita menarik lainnya di Indotimes News