Asian Games 2018, Medali Terakhir Jintar untuk Indonesia

JAKARTA,Indotimes.co.id – bagi karateka senior Jintar Simanjuntak perolehan medali perunggu pada Asian Games XVIII/2018 teramat bekesan bagi dirinya. Meskipun gagal meraih medali emas, namun hasil itu sudah cukup baginya mengukir kenangan termanis, karena menjadi medali terakhir darinya untuk Indonesia, karena atlet asal Sumatera Utara (Sumut) ini memutuskan pensiun seusai pesta akba olahraga se-Asia ini.

Jintar meraih medali perunggu Asian Games cabang olahraga (cabor) karate kumite kelas 67 kg, setelah mengalahkan karateka Uni Emirat Arab (UEA) Ahmed Alhadhrami 1-0.Usia memang tidak dapat dipingkuri bagi pria kelahiran Medan, 4 November 1987 ini.

Namun semangatnya untuk tidak pernah menyerah untuk, meski kandas di babak semifinal dari karateka Didar Amirali asal Kazakstan dengan skor akhir 0-8, hal itu tak menyurukan ambisinya mempersembahan yang terabik bagi bangs adan negara.

Jintar mampu mewujudkan hal itu setelah dalam laga perebutan medali perunggu, mampu menundukan karateka UEA Ahmed Alhadhrami yang usianya lebih muda.

Baca juga :  KBRI Tokyo Sambut  Kloter Pertama Kontingen Paralimpiade Indonesia

“Saya bangga dengan medali perunggu yang saya raih di Asian Games ini, meski saya gagal mempersembahkan emas untuk Indonesia. Setidaknya saya punya kenangan manis mempersembahkan medali perunggu, pada ajang multi evet internasional yang terakhir kalinya yang saya ikuti,” ujar PNS Dispora Sumut itu.

Jintar mengatakan dirinya selepas ini akan mundur sebagai atlet (karateka) nasional, dan akan fokus menjadi pelatih di daerahnya, yaitu sebagai pelatih karate tim Provinsi Sumut.
“Saya akan dedikasikan dirinya untuk menajdi pelatih, khususnya menangani para karateka Sumut. Saya ingin melahirkan karateka-karateka andal dari Sumut, yang kelak akan meneruskan prestasi saya baik di tingkat nasional mapun internasional,” ujar langgganan emas SEA Games ini.

Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini, meganu senang regenerasi karate nasioanl telah berjalan, seperti Arrosyiid Rizki Ardiansyah yang telah mamapu mempersembahkan emas Asian Games di kelas 60 kg.

Baca juga :  KPAI dan Djarum Sepakai Lanjutkan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis

Karenanya Jintar ingin lebih banyak lagi melahirkan karateka-karateka muda Indonesia yang andal di kemudian hari. Inilah yang membuatnya fokus menjadi pelatih selepas dari aquad timnas karate tahun ini.

Peraih emas SEA Games 2011 dan 2013 ini mengaku optimis karate Indonesia kedepan jauh lebih baik lagi. Dia juga berjarap para penggantinya di timnas karate mampu melampaui prestasi yang pernah diraihnya selama ini. Apalagi dalam waktu dekat Indonesia akan menghadapi berbagai ajang multi event, SEA Games Filipina tahun 2019, Olimpiade Tokyo 2020, dan Asian Games selanjutya tahun di Hangzhou China 2022.

Sementara itu Se¬kum KONI Sumut, Chairul Az¬mi Hutasuhut mengapresiasi capain prestasi Jintar di Asian Games 2018 ini, menurutnya apa yang telah dicapai Jintar telah membawa harum nama Sumut dikancah olaharag nasional mapun internasional, kendati dia beleum bisa mempersembahkan medalii emas.

Baca juga :  Menpora Lepas Ribuan Peserta Sepeda Nusantara di Kebumen

Chairul juga menyambut baik keputusan Jintar yang akan mundur di ajang nasional dan fokus pada pembinaan karateka muda di Sumut.

Menurutnya Jintar adalah produk pembinaan olahraga karate di Sumut, apa yang dia capai saat in tentunya membawa dampak positif bagi pembinaan olaharag di Provisi Sumut. Dan sudah sepatutnya dia (Jintar) ingin mengabdikan dirinya untuk pembinaan karate di Sumut.

“Kami tentunya optimis, sebagai pelatih Jintar kelak mampu mencetak karateka-karateka andal dari daerah ini, dan mampu melahirkan karateka nasional berprestasi, seperti yang telah dia capai saat ini,” pungkas Chairul.