ABU DHABI, Indotimes.co.id – Tim Catur Indonesia yang berkekuatan 11 pecatur senior (6 putra, 5 putri) tampil meyakinkan pada babak pertama Asian Individual Chess Championship 2025 di Abu Dhabi, UEA, Kamis (8/5).

Pasukan ‘Merah Putih’ membukukan 6 kemenangan, 3 seri, dan hanya 2 kalah. Pecatur andalan Indonesia GM Susanto Megaranto (2477) dan GM Novendra Priasmoro (2437) yang “menyendok” ke bawah tidak kesulitan menundukkan Khwaira Anas (2173 Jordan) dan Ronald Moughanes (1855 Lebanon). “Sebetulnya nggak mudah sih, tapi bisa kita atasi,” ujar Susanto yang diamini Novendra.

Pada ajang ini semua peserta memang harus berhati-hati karenan dengan total 154 pecatur dari 33 negara yang 51 orang bergelar GM, 53 IM, 21 FM. Banyak kejutan juga terjadi, di babak pertama, seperti unggulan pertama GM Nihal Sarin (2693 India) yang gagal mengtasi IM Paulo Bersamina (2426 Filipina). Begitu juga takluknya unggulan 8 GM Pouya Idani (2630 Iran) dari FM Tan Jun Ying (2414 Malaysia). Begitu juga tumbangnya juara zone 3.3 GM Tin Jingyao (2601 Singapura) dari IM Reja Neer Manon (2403 Bangladesh) dan masih banyak lainnya.

Kejutan juga dialami pecatur Indonesia IM Aditya Bagus Arfan (2402) yang menahan remis GM Narayanan S L (2598 India) di langkah 31 pertahanan Sicilia e5. Tapi yangg paling mengejutkan tentu saja ketika unggulan 102 IM Farid Firman Syah (2369) yang menundukkan unggulan 26 GM Subramaniyam Bharath (2556 India).

Kemenangan Farid jg indah. Pd langkah 19 ia mengorbankan Kuda utk ditukar 3 bidak Bharath. Tapi bidak2 Farid di lajur c-d-e yg menguasai sentrum begitu kuat dan mengancam. Bharath yg kemudian membuat komplikasi menyebabkan Farid terjebak membuat langkah2 bukan yg terbaik sehingga pertarungan berlangsung panjang sampai 71 langkah pembukaan Inggris.

“Harusnya saya bisa menang lebih cepat,” tutur Farid yg semasa kanak-kanak pernah dua kali menjadi juara dunia catur pelajar ini.

Sementara dua pecatur Indonesia, gagal mengikuti langkah rekan-rekan lainnya. IM Gilbert Elroy Tarigan (2415) kalah dari GM Saleh Salem A R (2631 UAE) dan IM Azarya Jodi Setyaki (2364) ditaklukkan GM Anand Pranav (2555 India).

Sedang di bagian putri, IM Medina Warda Aulia (2377) yang sempat bikin cemas karena baru 30 menit papan live nya yg macet menunjukkan angka ½-½. Wasekjen Nanang Pujalaksana langsung menelepon “Apa benar Medina cepat amat remisnya,” tanya beliau.

Saya bilang ga tau karena 10 menit berada di dalam ruang tanding sudah diusir. Dalam hati saya berpikir bisa dimaklumi jika Medina mau main aman karena lawannya WFM Tannaz Azali (2118) dari Iran tentu cukup berbahaya. Dengan jumlah 100 peserta dari 23 negara yang pemainnya bergelar GM 2 orang, IM 13 orang, WGM 19 orang, WIM 21 orang dan WFM 27 orang, sementara jatah tiket tersedia cuma dua, memang setiap pemain harus terus waspada dan tidak boleh membuat kesalahan. Tapi ketika bertemu saat makan malam, Medina bilang “Aku menang. Bahkan posisi aku bagus sejak pembukaan, di babak tengah lebih bagus lagi,” ceritanya.

WIM Chelsie Monica Sihite (2239) yang sempat bikin jantungan karena main tajam sekali dan banyak korban, beruntung lawannya WCM Zilola Aktamova (1852) dari Uzbekistan kurang pengalaman.

Hasil remis dicapai WIM Ummi Fisabilillah (2115) sat jumpa unggulan 8 IM Gulrukhbegim Tokhirjonova (2369 Uzbekistan) yang terbilang bagus. Begitu pula dengan WIM Laysa Latifah (2262) yang bermain remis dengan WFM Pragnya H G (1929 India).

Sementara WGM Dewi AA Citra (2202) tanpa kesulitan memanfaatkan pengalamannya memainkan London System untuk menaklukkan Zorigoo Naranzaya (1785) dari Mongolia. Semoga tren bagus pecatur Indonesia ini dapat terus berlanjut di babak babak selanjutnya.