BADUNG, Indotimes.co.id – Badung Ragunan (Bara) FC akhirnya tampil sebagai juara Bali International Football Championship (IFC) U-15 2018, setelah di final menundukan Timnas Pelajar U-15 Indonesia, melalui drama adu penalt 6-5 (1-1), di Stadion Beji Mandala, Badung, Bali, Sabtu (8/12).

Hasil ini membawa pasukan Bambang Waskito tampil sebagai kampiun turnamen internasional pertama yang dihelat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali. Keberhasilan ini sekaligus menbawa Bara FC berhak atas Tropy Piala Menpora

Perang saudara di laga pamuncak, menampilkan kualitas terbaiknya kedua tim sejak kick-off. Permainan cepat diperagakan baik oleh Timnas Pelajar U-15 Indonesia maupun Bara FC,menjadikan semakin menarik.

Namun Bara FC berhasil memecahkan kebuntuan di menit 17. Sepakan Muhamad Reza Alfaiz mamapu merobek gawang Timnas Pelajar U-15 Indonesia.

Ketinggalan 1-0 membuat Timnas Pelajar terus menggencarkan serangan. Hasilnya Ardi Ardiyana berhasil menyamakan kedudukan 1-1, lima menit berselang yaitu dimenit 20. Skorpun imbangn ini bertahan hingga babak pertama selesai.

Baca juga :  TTI Usung Semangat 'Beyond Race' Hadapi Musim Balap 2019

Memasuki babak kedua, kedua tim semakin meningkytakn tempo permianan. Jual beli seranganpun terjadi, sepanjang babak kedua ini. Tapi, tak ada gol tambahan yang bisa diciptakan, hingga babak kedua berakhir.

Pertandinganpun harus dilanjutkan dengan tendangan penalti. Namun dalam drama adu penalti, Bara FC lebih beruntung kelima penembak penalti mereka berhasil menyarangkan gol. Sebaliknya satu dari lima penembak Timnas Pelajar gagal mencetak gol, skorpun berakhir dengan kedukukan 5-4 untuk Bara FC.

“Inilah hasil pertandingan. Saya pribadi sebagai pelatih yang baru menangani di ajang internasional seperti ini cukup puas. Banyak pengalaman berharga yang bisa saya ambil,” kata pelatih Timnas Pelajar U-15 Indonesia, Firman Utina.
Sementara itu, kapten Timnas Pelajar U-15 Indonesia Syukran Arabia Samual tetap bangga dengan penampilan timnya meski kalah. Dia harap rekan-rekan setimnya dapat mengambil pengalaman dari pertandingan final ini.

Baca juga :  Trimedya Panjaitan Siap Kerja Keras Majukan Gulat di Indonesia

“Rasa kecewa pasti ada. Tapi, kami sudah bermain maksimal. Teman-teman fight semua di lapangan. Kedepan saya harus lebih meningkatkan kualitas permainan,” kata Syukran Arabia.

Sebaliknya pelatih Bara FC Bambang Warsito mengaku bersyukur timnya bisa menjadi yang terbaik. Dia mengaku timnya telah mempersiapkan kemungkinan terjadi adu penalti. Tapi, bukan berarti dia menginginkan pertandingan diakhiri dengan tos-tosan.

“Terima kasih kepada pemain dan ofisial yang telah berjuang hingga akhir pertandingan. Kemenangan ini tentu sangat berharga. Terlebih persiapan kami hanya dua minggu. Tapi, kami tetap akan melakukan evaluasi. Secara teknis oke, istruksi pelatih didengar. Mental pemain tak masalah. Hanya komunikasi di lapangan yang perlu ditingkatkan,” tandas Bambang.

Bali IFC baru kali pertama digelar. Turnamen ini diikuti sembilan negara termasuk Indonesia. Peserta lainnya dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Australia, Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan Cina. Korsel mengirimkan dua klub dan Indonesia tiga klub.