BADUNG, Indotimes.co.id – Deputi Pembudayaan Olahraga Pemuda dan Olahraga () Raden Isnanta, membuka secara resmi perhelatan sepakbola usia muda International Football Championship (BIFC) 2018, di Stadion Pecatu, Badung, Bali, Minggu (2/12) malam. Kejuaran sepakbola internasional memperebutkan RI ini diikuti 12 tim dari 9 negara, berlangsung hingga 10 Desember 2018 mendatang.

“Ini perhelatan pertama diluar event federasi di Indonesia untuk level internasional. Kami bersyukur Badung menyambut baik Kemenpora dan siap menjadi tuan rumah penyelenggara,” kata Isnanta dalam sambutannya saat membuka kejuaraan sepakbola yang menjadi salah satu program Kemenpora dalam memajukan sepakbola nasional.

Menurut Isnanta BIFC 2018 merupakan kolaborasi Kemenpora dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dengan menggandeng KONI, swasta, dan masyarakat.

BIFC memiliki tiga tujuan besar. Pertama, memperkuat hubungan yang erat sepak bola muda di Asia Pasific. Kedua, memberikan pengalaman para pemain Indonesia untuk menghadapi tim luar. Selain itu, untuk mendongkrak pariwisata Tanah Air, khususnya Bali.

Untuk itu pihaknya siap menggelar internasional pertama di Tanah Air bagi usia muda setiap tahunnya, dimulai 2018 ini. “Ke depan bisa jadi banyak negara yang datang ke Badung. Bukan hanya karena banyak objek wisata saja, tapi juga sepak bolanya. Semoga ini bisa meningkatkan kerakyatan di Kabupaten Badung,” tandas Isnanta.

BIFC 2018 diikuti 12 tim, tiga tim di antaranya dari Indonesia. Yaitu Tim Nasional (Timnas) Pelajar yang menjuarai Piala Menpora U-14 2017 yang diarsiteki Firman Utina. Kemudian ada Badung Ragunan FC (Bara FC) di bawah asuhan Bambang Warsito. Tim ketiga adalah All Star Badung.

Sementara 9 tim peserta lainnya adalah asing, yaitu Jepang (Progresso Sano FC), Cina (Hubei FA), Australia (Western Football), Korea Selatan (Busan Football Academy dan Gyeongnam Changnyeong SC), Filipina (Apuesto Bueno United FC), Thailand (Cruzeiro Academy Asia), (Felda United FC), dan Singapura (Sporting CF SA).

Dari hasil pengundian, Tim Nasional Pelajar tergabung di Grup A bersama Apuesto dan Busan. Bara FC di Grup B bersama Progresso Sano dan Cruzeiro. Lalu Bali All Stars di Grup C bersama Sporting Academy dan Hubei. Tiga tim lainnya di Grup D.

Untuk pada laga perdana, Senin (3/12), Tim Nasional Pelajar akan berjumpa wakil Filipina, Apuesto Bueno United FC.

Ketua umum yayasan Gobolabali, I Gusti Agung Putu Nuaba, selaku pihak penyelenggara kejuaraan menjanjikan ada sesuatu yang berbeda dalam turnamen ini.

Pihaknya telah mempersiapkan timn yang berjumlah 6 orang di lapangan untuk memantau pergerakan para pemain. “Ada seauatu yang lain yang kami berikan. Saat kompetisi nanti kami akan menilai mereka dalam bentuk statistik,” ungkap Putu Nuada.

Tujuannya menurut Putu Nuada untuk memberikan masukkan kepada tiap pelatih negara peserta. Diharapkan statistik yang dijabarkan nanti bisa dijadikan bahan evaluasi.

Sementara itu, Kepala Desa Pecatu Kabupaten Badung, Made Karyana mengatakan dampak kegiatan ini luar biasa. Ekonomi sangat potensi untuk pemberdayaan di Pecatu. Dia mengatakan segala persiapan non teknis sudah matang. “Para peserta sudah meninjau Lapangan Pecatu dan mereka cukup puas dengan yang kami miliki,” pungkas Made Karyana.