JAYAPURA, Indotimes.co.id – Total 36 medali cabang olahraga (cabor) sepatu roda sudah disebar selama dua hari helatan cabor nyentrik PON XX Papua, di Klemen Tinal Roller Sport Arena, Buper Waena, Jayapura, Papua.

Dengan kucuran keringat, 12 medali emas sudah direbut Papua (6 emas), DKI Jakarta (5 emas) dan Kalimantan Timur (1 emas).Meski pembagian medali emas belum merata, terlihat jelas, cabor sepatu roda di PON XX Papua ini mengalami peningkatan drastis baik dari sisi persaingan maupun semangat juang para atlet.

Memasuki hari ketika lomba,Rabu (29/9), ada 4 medali emas yang akan diperebutkan.Namun melihat peta kekuatan di nomor-nomor yang akan dipertandingkan di hari ketiga ini, di atas kertas, tim DKI Jakarta punya peluang besar menyapu bersih 4 medali emas tersebut.

Tak mudah, itu pasti. Pasalnya, semua kemungkinan bisa saja terjadi di lapangan lantaran sejumlah faktor tak terduga.  Setelah pemanasan, lomba akan dimulai tepat pukul 10.30 WIT. Dua medali emas langsung diperebutkan di nomor Sprint 500m+ putri/putra.

Dua atlet andalan DKI Jaya, Naura Rahmadija Hartanti dan Barijani Mahesa Putra berpeluangn besarmengawinkan medali emas di kelas ini. Naura tampaknya lebih berpeluang, sehingga emas pertama DKI Jaya pada hari ketiga ini bisa saja datang melalui Naura yang sudah di atas angin di nomot putri ini.

Seperti Naura, Barijani Mahesa Putra pun bisa saja meraih emas di nomor ini. Tapi, adik kandung Alifia Meidia Namasta ini wajib berhati-hati. Jawa Barat dan Kalimantan Timur bisa sangat mengganggunya. Kecermatan dan fisik oke sangat dibutuhkan untuk bisa menambah pundi-pundi emas.

Begitu juga di nomor 10.000 point to point putri dan putra, DKI Jaya juga berpeluang meraih medali emas. Seperti aksinya meraih emas hari pertama, bagi DKI di nomor Eliminasi 15.000 meter, Namasta benar-benar di atas angin. Ia tak akan mengalami kendala berarti atas lawan-lawannya.

Sebaliknya, di bagian putra, Yonatan Lovertus Reinhartta yang akan mengalami tekanan berarti dari sejumlah lawannya. Ada Jabar dan Jatim yang bisa sangat mengganggu. Jika tak waspada, emas bisa saja lepas ke tangan tim lawan.

Ketika ditanya soal lawan-lawan yang akan dihadapi di nomor ini, Yonatan menyatakan semua lawan setara dan pasti berat. “Yang pasti, saya akan berjuang ekstra demi yang terbaik bagi DKI Jaya,” katanya.

Salah satu pemerhati intens sepatu roda mengatakan, peluang DKI Jakarta sangat terbuka untuk memborong semua emas di hari ketiga.

“Di atas kertas, DKI Jaya tak tertandingi di semua nomor itu. Sehingga, peluang menambah 4 medali emas di hari ketiga sangat terbuka lebar. Tinggal bagaimana factor penguasaan lapangan saja. Tapi, jangan lupa, ada Jabar, Kaltim dan Jatim yang bisa sangat menggangu,” jelas pemerhati yang tak mau disebutkan namanya ini, usai lomba hari kedua, Selasa (28/9).