JAKARTA, Indotimes.co.id – Andalan Indonesia, Muhammad Rifqi “Tole” Fitriadi (24), melenggang ke babak empat besar seri ketiga Harum Energy Mens World Tennis Tour, Sabtu (1/7).

Pada babak perempat final, tunggal terbaik Merah Putih ini menaklukan wakil Jepang, Yuta Kawahashi di lapangan tenis The Sultan Hotel and Residence Jakarta, Jumat (30/6).

Dalam laga yang berlangsung alot, selama dua jam empat puluh lima menit, Rifqi mampu membalikkan kekalahan di set pembuka menjadi kemenangan melalui rubber set, 6-7(4), 7-6(6), 6-0.

“Saya sangat senang bisa menang di rumah sendiri. Dengan dukungan yang ada, saya sangat bergairah,” tutur peringkat ke-695 tunggal dunia itu.

Rifqi membuka laga dengan mengamankan servisnya. Sayangnya, servis di gim keduanya direnggut lawan yang membukukan tiga gim beruntun. Tidak tinggal diam, unggulan kelima seri terakhir ini ganti mencuri servis lawan untuk menyamakan kedudukan. Pada tie break, ia mesti merelakan set pembuka jatuh ke genggaman lawannya, 6-7(4).

“Saya sudah sempat leading, 3-1. Namun, itu karena dia (Yuta) dua kali unforced error. Setelah itu, saya juga dua kali unforced error. Dia ambil inisiatif duluan dan memimpin perolehan skor, dua kali winner. Saya sedikit ceroboh,” tuturnya.

Pada set kedua, Rifqi sempat tertinggal tiga angka lebih dahulu. Meski mampu menggarit satu servis, peraih emas tunggal SEA Games 2023 ini kecolongan dua bolanya di awal set. Bahkan Rifqi
sempat berada di ujung tanduk, saat lawan unggul 5-2, hanya membutuhkan satu angka untuk memastikan kemenangan.

“Kita main poin per poin. Make the ball play. Hidupin bola terus. Konsisten di setiap pukukan. Lawan beberapa kali match point. Akan tetapi, memang, menyudahi permainan itu sungguh sulit meskipun sedang memimpin jauh,” ungkap
Rifqi.

Empat match poin lawan berhasil digagalkan Rifqi. Bagai phoenix, atlet kelahiran Banjarmasin ini bangkit untuk berbalik unggul 7-6(6) di set kedua.

Di bawah terik, empat gim beruntun, termasuk dua break krusial, direngkuhnya. Hanya saja, ia tak dapat menuntaskan set ini lebih dini. Servis keenamnya terlepas. Untungnya, tie break dapat terkepal.

“Fisik saya sudah enggak karuan. Sudah habis semuanya. Dari fisik sampai teknik. Yang ada cuma mental. Berkat dukungan dari suporter, tim, pelatih, dan keluarga. Itu membakar lagi semangat yang ada,” ujarnya,

“Mereka lah kunci kesuksesan saya dalam mengambil set kedua. Luar biasa, tepuk tangan mereka bergemuruh.”
Tampil membara, Tole semakin menegaskan keunggulan di set penentuan. Berkat ketangguhan mental, pemain Jawa Timur ini pun memberikan sekeping bagel buat lawan. Forehand ke sisi kiri pertahanan lawan pun menyudahi laga ini.

“Permainan tadi sangat lama, poin per poinnya. Satu poin saja, kita bisa lima-enam kali rally. Sungguh, poin yang panjang. Perjuangan Yuta perlu diberikan applause pula. Ia bermain bersemangat juga. Lebih lagi, tidak mudah bermain panjang di sini sebab udara lembab serta cuaca panas,” ujar pengidola Febi Widhyanto.

Tatap Pertemuan kedua dengan Prajwal Dev

Pada babak semifinal, Tole akan menghadapi unggulan ketiga, S D Prajwal Dev, asal India. Meski lebih rendah lima puluh strip peringkat, pemain tim nasional ini unggul dalam rekor pertemuan mereka.

Di arena yang sama, ia mengandaskan peringkat 646 tunggal dunia itu pada babak pertama pekan ketiga ITF M25 Jakarta, April lalu.

“Saya akan berikan effort maksimal. Saya siap menang bersama supporter yang bergelora” tutur petenis yang dinaungi oleh RANS Entertainment.

Sementara itu, pada semifinal lainnya mempertemukan wakil India, Sidhant Bhantia, yang merangkak dari babak kualifikasi dengan wakil Thailand, Palaphoom Kovapitukted, yang menempati unggulan keenam dalam ajang berlevel M15 ITF, yang menempati kasta terendah dalam khazanah tenis dunia ini.

Pada babak delapan besar, Bhantia menundukkan kawakan asal Belanda, Thiemo de Bakker, 6-4 (ret). Sedangkan, Kovapitukted menyingkirkan wakil Australia, Mourani Bouzige usai berbalik unggul dalam tiga set, 3-6, 6-1, 6-3.

Dari sektor ganda harapan tuan rumah yang menempati unggulan teratas, Nathan Barki (18) dan Christopher Rungkat (34), mesti berpuas diri dengan raihan empat besar.

Pengoleksi dua gelar ganda ITF ini merelakan laga final kepada unggulan ketiga asal India, S D Prajwal Dev dan S K Reddy Ganta.

Dalam laga selama satu jam dua puluh menit, yang terhenti sebentar karena hujan, peraih perak ganda SEA Games 2023 ini kalah dalam dua set langsung, 4-6, 5-7.

Duet Negeri Seribu Dewa, Dev dan Reddy akan menghadapi pasangan Jepang, Kazuma Kawachi dan Shuichi Sekiguchi, pada partai puncak ganda turnamen bersponsor perusahaan tambang yang melantai di bursa saham dengan kode HRUM ini.

Duet Negeri Samurai itu unggul atas kompatriotnya, Sora dan Tomohiro, 6-4, 2-6, 10-5.