JAKARTA, Indotimes.co.id  – Operator kompetisi sepak bola Liga Indonesia, I.League, secara resmi mengumumkan hasil Club Licensing Cycle 2025-2026. Pengumuman itu disampaikan Direktur Bisnis & Komersial I.League Sadikin Aksa bersama Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra serta Ketua Komite Club Licensing Essy Asiah di Kantor I.League, Jakarta, Rabu (13/5).

Direktur Bisnis & Komersial I.League Sadikin Aksan mengatakan Club Licensing menjadi tolok ukur profesionalisme klub peserta seluruh kompetisi sepak bola di tanah air, dalam.menenuhi  standar nasional dari PSSI dan standar internasional di bawah naungan AFC.

Hal senada dikatakan Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra,  yang mengungksoksn dalam proses lisensi musim ini, seluruh klub peserta menjalani evaluasi ketat yang mencakup lima aspek utama, yakni sporting, infrastruktur, administrasi dan personel, legal, serta finansial. Hasilnya, hampir seluruh klub papan atas Indonesia berhasil memenuhi standar tinggi yang ditetapkan, termasuk untuk kompetisi level Asia.

Asep menambahkan bahwa club licensing bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi penting bagi masa depan sepak bola nasional.

“Club licensing bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi seluruh klub yang telah mengikuti proses ini dengan baik,” ujar Asep Saputra.

Sementara itu Ketua Komite Club Licensing, Essy Asiah, memgatakan  proses ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas klub secara menyeluruh. “Club Licensing merupakan bagian penting dalam meningkatkan standar profesionalisme klub sepak bola Indonesia, baik dari sisi sporting, infrastruktur, administrasi, legal, maupun finansial. Proses Club Licensing 2025/26 juga diiringi dengan pendampingan dan asistensi kepada klub agar implementasi standar AFC dapat berjalan lebih baik dari musim sebelumnya,”  jelas Essy.

Untuk itu dia berharap, hasil ini dapat menjadi motivasi bagi klub untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola Indonesia ke depan.

Lisensi AFC Champions League Two wajib dimiliki oleh klub yang akan bertanding di level Asia. Namun klub juga wajib memenuhi lisensi tersebut sebagai kelengkapan fasilitas klub walau tak bermain di Asia.

Untuk kategori lisensi ACL Two, sebanyak 8 klub dinyatakan lolos penuh atau Granted, yakni PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita Tangerang, Dewa United Banten FC, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.

Secara keseluruhan Asep  mengatakan capaian ini sebagai hal yang sangat positip, dimana klub-klub sudah sudah menyiapkan diri langkah maju ke depan untuk kompetisi level yang lebih diatas (AFC).  Asep menambahkan kalau dilihat dari tiga tim teratas di kompetisi Super League saat ini, semuanya telah memenuhi lisensi tersebut.

Selain 8 klub telah lolos lisensi ACL Two,   8 klub lainnya mendapatkan status Granted with Sanctions, yang berarti tetap lolos namun dengan catatan perbaikan tertentu. Adapun klub yang masuk kategori tersebut adalah Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang FC, Madura United FC, Bali United FC, Malut United FC, Persis Solo, serta Persijap Jepara.

Sementara itu, untuk lisensi Super League, total 25 klub berhasil mengantongi status Granted. Klub yang sudah memiliki lisensi ACL Two pun otomatis telah memenuhi syarat untuk lisensi Super League.

Selain 16 klub yang sudah memenuhi lisensi ACL Two, terdapat tambahan klub seperti PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.

Pada kategori Championship, hanya FC Bekasi City yang berhasil meraih status Granted. Sementara untuk Liga Nusantara, empat klub yang lolos adalah RANS Nusantara FC, PSGC Ciamis, Dejan FC, dan Persiba Bantul.