JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Indonesia (Menpora) Dito Ariotedjo mengatakan selaku tuan rumah kegiatan dunia Organization Islamic Cooperation – Cultural Activity (OIC-CA) 2023, Indonesia menjadikan kegiatan sebagai ajang diplomasi kepemudaan dan keolahragaan.

Menurutnya diplomasi tersebut menjadi penting, karena peserta OIC atau Organisasi Kerjasama Islam (OKI) terdiri dari 56 negara Islam, sehingga akan berpengaruh pada penguatan posisi Indonesia di tengah-tengah percaturan dunia internasional.

“Hari ini kita akan memulai rangkaian dari OIC atau OKI dari acara OIC-CA. Jadi acara yang dihadiri oleh 56 negara Islam se-dunia, dan Indonesia tahun ini menjadi tuan rumahnya dimana kegiatan akan diadakan di Jakarta dan Kalimantan Timur. Dan ini suatu kesempatan dan opportunity yang sangat baik karena kita sebagai negara yang populasi Islam menjadi salah satu yang terbanyak di dunia,” kata Menpora, dalam keterangan persnya di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (7/7) pagi.

Menpora menjelaskan, kesempatan sebagai tuan rumah adalah suatu kehormatan besar untuk menaikkan posisi Indonesia semakin tinggi di mata dunia. Apalagi tentang kultur budaya yang bhineka tunggal ika, dimana saling hormat-menghormati dan tetap kokoh dalam persatuan dapat dipromosikan agar seluruh negara peserta semakin tahu betapa Indonesia luar biasa hebat.

“Jadi itulah semangat Indonesia mengambil kesempatan menjadi tuan rumah tahun ini, dan ini semoga menjadi diplomasi kepemudaan dan diplomasi keolahragaan, yang nantinya bisa memperkuat posisi Indonesia di spektrum dunia,” lanjut Menpora.

“Keberagaman Indonesia dimana tetap dapat hidup rukun harusb terus diberitahukan agar dunia semakin tahu betapa luar biasanya Indonesia,” imbuhnya.

Khusus untuk bidang kepemudaan dan keolahragaan sudah barang tentu menjadi konsen kolaborasi dan sinergitas yang terus dibangun diantara negara-negara muslim dimana Indonesia melalui Kemenpora akan terus bekerja sama.

“Kita ingin merekatkan solidaritas dari ke 56 negara Islam ini dan juga ke depan kita ingin dikuatkan kolaborasi antar negara Islam di sektor pendidikan, enterpreneurship, dan juga pengembangan pemuda, dan tidak lupa kerjasama dibidang olahraga,” tandasnya.

Sementara, pimpinan delegasi OIC Ambassador Tarig Bakheet, begitu memuji keterlibatan Indonesia selama ini, dan secara global dengan meningkatnya bonus demografi serta persiapan yang lebih matang guna kepemimpinan masa depan, OIC sekarang telah membentuk Departemen Pemuda.

“Indonesia sangat luar biasa, yang terus mendukung OIC/OKI dengan berbagai kegiatannya sejak awal berdiri,” kata Tarig yang menjabat sebagai Assistant Secretary General for Humanitarian Social &: Cultural Affairs.

“Menyikapi bonus demografi di berbagai Negara termasuk Indonesia dan demi menyiapkan kepemimpinan masa depan, OIC sekarang membentuk Departemen Pemuda,” jelasnya.

Kegiatan OIC-CA 2023 ini nantinya akan mengadakan berbagai aktivitas berupa kunjungan dan pertemuan dimulai hari ini di Jakarta dan selanjutnya dikonsentrasikan di Kalimantan Timur hingga berakhir 14 Juli mendatang.