Isola UPI Rebut Piala Bergulir Kartini Cup 2018

BANDUNG, Indotimes.co.id – Piala bergulir kejuaraan nasional Kartini Cup ke-8 tahun 2018 akhirnya diraih Klub Isola UPI Bandung.

Isola UPI menjadi juara baru, setelah pada laga final megalahkan Pitaloka dengan skor 4-1 di lapangan futsal Progresif, Bandung, Jawa Barat, Kamis, (19/7).

Ketua Umum Barisan Penegak Indonesia Raya (Bapindra) yang juga selaku penanggung jawab Kartini Cup ke-8 tahun 2018,  Drs. H. Khuzairin Ahmad Tandjung mengucapkan selamat kepada Isola UPI yang mampu merebut Piala bergulir Kartini Cup pada tahun ini.

Pihaknya berharap dengan bergulirnya kejuaraan nasional Kartini Cup ini mampu melahirkan atlet-atlet futsal wanita baru untuk Indonesia.

“Alhamdulilah turnamen ini berjalan dengan sukses. Dan selamat kepada Isola Upi yang pada tahun ini menjadi pemenang pada kejuaraan nasional Kartni Cup ke-8 tahun 2018,” kata Ahmad Tandjung.

Ahmad Tandjung menambahkan Kartini Cup ini sudah berjalan selama delapan tahun dan sudah melahirkan atlet-atlet futsal Nasional dan International. Salahsatunya Jk Angle yang pada tahun sebelumnya mampu merebut tiga kali berturut-turut Piala Kartini Cup. Tetapi pada tahun ini, Isola UPI kembali mampu merebutnya.

Baca juga :  Timnas Polo Air Putra Raih Perak di Hongkong

“Dan untuk tahun depan Kartini Cup akan kembali digelar di kota Jogjakarta. Mudah-mudahan Isola UPI bisa mempertahankan Piala bergIlir ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kordinator pelaksana Kartini Cup ke-8 tahun 2018, Herman mengucapkan terimakasih kepada Bapindra dan Kemenpora yang telah mempercayai kota kelahirannya sebagai tuan rumah pada kejuaraan ini.

“Saya sangat berterimakasih kepada Bapindra dan Kemenpora karena sudah mau mampir dan memberikan kepercayaan untuk menggelar kejurnas futsal Kartini Cup di kota Bandung. Karena kejuaraan seperti ini sangat penting untuk pembinaan futsal putri yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

“Dan saya juga berharap kepada Bapindra dan Kemenpora untuk terus menggulir kejuaraan Kartini Cup ini dikota berikutnya,” pungkas Herman.