JAKARTA , Indotimes.co.id – Pecatur IM Yoseph Theolifus Taher (2352) tampil sebagai juara katagori catur Blitz atau catur kilat pada turnamen JAPFA FIDE Rated 2025, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta., Kamis (15/5).
Yoseph meraih poin tertinggi 8,5 VP dari Sembilang babak yang digelar pada hari terakhir gelaran JAPFA FIDE Rated 2025. Peringkat kedua ditempati pecatur IM Mohamad Ervan (2262) dengan 8 VP, diikuti pecatur muda IM Nayaka Buudhidharma (2262) juga dengan 8 VP, namun Ervan unggul nilai solkoff dari Nayaka.
Turnamen JAPFA FIDE Rated 2025, ditutup secara resmi oleh Wakil Ketua Umum PB Percasi Bidang Organisasi
Laksamana muda TNI Abdul Rivai Ras.
Dalam sambutannya Abdul Rivai Ras mengapresia dan mremberikan pujian atas capaian prestasi para pecatur muda di turnamen JAPFA FIDE Rated 2025, yang telah menunjukan kemampuan terbaik mereka, di tiga karagori yang diprrtandingkan, yaitu Open, Challenger dan Blitz.
Menurutnya dengan tampilnya pecatur muda sebagai juara dalam event internasional yang diikuti sembilan negara dan pecatur dari 28 Provinsi ini, memberikan persaingan sengit dan enak ditonton, sekaligus memberikan harapan akan prestasi mereka nantinya.
Turnamen JAPFA FIDE Rated 2025, berlangsung 10-15 Mei 2025 diikuti 376 pecatur dari 28 Provinsi dan 9 negara.
Untuk katagori Open, tampil sebagai juara FM Zacky Dhia Ulhag (2303), diikuti FM Satria Duta Cahaya (2416) diperingkat kedua, dan IM Muhamad Ervan (2262) di peringkat ketiga.
Sementara untuk katagori Challenger , gelar juara diraih. Ray Mclung Gunawan (1987), diikuti Aris TLS (1956) di peringkat kedua serta Agus Sugianto di peringkat ketiga.
Pada kesempatan yang sama Sekjen PB Percasi, Hendry Hendratno mengatakan, secara umum event JAPFA FIDE Rated 2025 berjalan lancar.
Kendati di babak terakhir di kelompok Challenger, wasit menangkap ada pecatur yang curang dengan menggunakan alat elektronik untuk menjalankan buah caturnya. Kepada yang bersangkutan langsung didiskualifikasi dari pertandingan.
“Karena pertandingan sifatnya Open, maka PB Percasi belum bisa langsung mengambil tindakan apa sanksi yang harus diberikan kepada yang bersangkutan.
Pihaknya lanjut, Hendry akan melaporkan hal ini ke FIDE, tentang tindak lanjut dari kejadian ini, PB Percasi masih menunggu konfirmasi dari FIDE.