KONI Pusat Putuskan Tunda PON Remaja 2018 di Kaltim

JAKARTA, Indotimes.co.id – Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja 2018 di Kalimantan Timur diputuskan  ditunda. Penundaan ini berkaitan dengan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di provinsi tersebut.

Demikian dikatakanKetua KONI Pusat, Tono Suratman, seusai menutup Rapat Koordinasi dan Konsultasi KONI 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa (31/10).

Menurut Tono  penundaan pelaksanaan PON Remaja tersebut, dikarenakan Kalimantan Timur dalam suasana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Untuk itu KONI Pusat bersama panpel setempat akan mencarikan waktu yang lebih tepat untuk menggelar PON Remaja.

“Kami akan mencari waktu penyelenggaraan yang lebih tepat pada rapat anggota tahunan 2018 yang akan datang,” kata Tono.

Tono menegaskan penundaan ini bukan berarti PON Remaja dibatalkan. Ajang itu akan tetap digelar untuk menyiapkan pelapis usia muda.

“Tidak akan dihapus, karena itu pertimbangan kami jika pelatnas berjalan sesuai Perpres Nomor 95 Tahun 2017 maka mau tidak mau KONI beserta unsur-unsurnya harus menyiapkan pelapis usia muda. Jadi bagaimana juga PON Remaja akan dijelaskan ke pemerintah sebagai solusi untuk mendapatkan atlet muda yang berbakat sesuai dengan Perpres tersebut,”  jelas Tono yang didampingi Wakil Ketua I KONI Pusat Suwarno dan Wakil Ketua IV KONI Pusat  K. Inugroho.

Baca juga :  One Pride MMA Hadirkan Partai MMA & Silat Bebas

Sebagaimana diketahui  Oktober tahun lalu, pemerintah berencana meniadakan PON Remaja 2017 karena alasan efisiensi. Lewat surat yang dikirimkan Kemenpora kepada Gubernur Jawa Tengah pada 14 Oktober 2016, Kemenpora menyebut alasan untuk meniadakan PON Remaja karena penyelenggaraan bersamaan dengan POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) XIV di Jawa Tengah. Pada awalnya, PON Remaja II dijadwalkan dilaksanakan pada Juni 2017 sementara POPNAS XIV pada September 2017.

Kemenpora juga menyebut bahwa kedua event tersebut melibatkan junior dengan range usia sangat berdekatan. Demi efektivitas dan efisiensi pembinaan atlet maka Kemempora memutuskan untuk memprioritaskan salah satu event tersebut.

KONI kembali merencanakan untuk menggelar PON Remaja. Namun, kembali ditunda lantaran situasi di daerah penyelenggara.

Empat Koordinator

Sementara itu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sudah membentuk empat koordinator untuk mempermudah pendeteksian persoalan setiap cabang olahraga. Empat koordinator tersebut berasal dari wakil-wakil ketua KONI.

Baca juga :  Jemput Kedatangan Kontingen Olmpiade Terakhir, Menpora Sampaikan Undangan Presiden Jokowi

Sebagai pengawas, KONI berkomitmen untuk menjalani tugasnya sesuai Peraturan Presiden Nomor 95 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional. Menurut Ketua Umum KONI Tono Suratman, tugas mengawasi dan mendampingi cabor cukup luas penerapannya. Oleh karena itu, mengingat kebutuhan cabor juga cukup beragam, perlu ada yang mengoordinasikan dan mengendalikan.

Tono pun berinistiatif dengan membuat empat koordinator untuk memantau cabor. Mereka adalah Surya Darma untuk cabang permainan, K. Inugroho untuk cabang akurasi, Suwarno untuk cabang beladiri, dan Eka Wahyu Kasih untuk cabang terukur.

“Pembentukan koordinator ini diharapkan mempermudah mencari titik persoalan dan dicari penyelesaiannya,” papar Tono.

Sistem pembagian koordinator ini sebelumnya sudah diterapkan oleh Achmad Soetjipto di Satlak Prima. Namun menurut Tono, sistem itu layak dipertahankan lantaran cukup memengaruhi kelancaran pelatnas cabor.