Kunjungan Menkeu Pastikan Jaminan Dana di 2018 Bagi INASGOC

JAKARTA, Indotimes.co.id – Ketua Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir mengapresiasi kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ke kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Kamis (23/11).

“Kami berterima kasih atas kunjungan Ibu Sri Mulyani ke venue. Saya menangkap ada rasa puas selama mendampingi. Paling tidak, sebagai pejabat yang mengatur keuangan dan pengeluaran uang negara untuk Asian Games secara keseluruhan, beliau melihat hasilnya secara kongkret. Berulang kali, Menkeu mengungkapkan bahwa kelancaran pembangunan infra struktur dan venue Asian Games menunjukkan contoh dari penggunaan anggaran negara dari pajak masyarakat dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Erick.

Dalam kunjungan ke Kompleks GBK tersebut, Menkeu Sri Mulyani didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Men PUPR)  Basuki Hadimoeljono, Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, dan Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPK GBK, Gatot Tetuko.

Baca juga :  Indra Sjafri Panggil 29 Pemain untuk Piala AFF U-19

Ada sekitar 1,5 jam dihabiskan Sri Mulyani untuk melihat tiga venue di kawasan yang direnovasi khusus menyambut pesta olahraga bangsa Asia tersebut. Bahkan  Sri Mulyani menikmati hijaunya rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), yang akan dijadikan tempat pertandingan cabang olahraga atletik Asian Games 2018 mendatang.

Menurut Sri Mulyani, kunjungan ke GBK merupakan lanjutan dari sidang kabinet terakhir yang membahas sejauh mana persiapan Asian Games 2018, terutama berkaitan dengan infra struktur. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang juga Ketua Pengarah Asian Games pernah menyatakan bahwa khusus untuk pembangunan infra struktur di Jakarta-Palembang, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 30 Trilyun.

“Ya, dalam sidang kabinet terakhir, dibahas soal penggunaan anggaran di 2017. Sudah sejauh mana sarana dan prasarana yang sudah dibangun dari alokasi pendanaan tahun ini. Dan setelah melihat ini, saya benar-benar puas melihat transformasi di warisan sejarah ini. Ada kombinasi antara warisan tahun 1962 dengan tehnologi terkini. Dengan melihat perubahan ini, saya yakin masyarakat akan bangga atas renovasi yang telah terjadi. Senang untuk dapat melihat salah satu contoh dari penggunaan anggaran negara dari pajak masyarakat dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Sri Mulyani.

Baca juga :  PRSI Gelar Indonesia Olympic Trial, Ajang Seleksi Renang Olimpiade Tokyo

Saat ditanya mengenai pendanaan untuk INASGOC sebagai penyelenggarana Asian Games untuk tahun 2018, Menkeu menyatakan hal itu sudah masuk dalam APBN 2018. “Jadi tidak perlu dikhawatirkan. Terutama untuk tahun 2018 yang merupakan tahun penyelenggaraan Asian Games, semuanya sudah teralokasikan sesuai kebutuhan,” ungkap Menkeu.

Untuk kebutuhan pendanaan Asian Games di tahun 2018, INASGOC membutuhkan dukungan pendanaan yang lebih besar. Mulai dari kebutuhan untuk menggelar test event di bulan Februari, persiapan pelaksanaan pertandingan menyangkut pembelian peralatan tanding, serta upacara pembukaan dan penutupan. Jika di tahun 2017, kebutuhan INASGOC mencapai Rp 1,8 trilyun, maka di tahun 2018 kebutuhan mencapai 2,2 Trilyun.