La Nyalla, Jadikan Asprov PSSI Kekuatan Utama Majukan Sepakbola Indonesia

JAKARTA, Indotimes.co.id – Calon Ketua Umum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti akan menjadikan Asosiasi Provisni (Asprov) PSSI sebagai kekuatan utama membangun sepakbola Indonesia.Peran daerah dalam hal ini Asprov sangat strategis dibutuhkan untuk kemajuan sepakbola di tanah air.

Hal itu disampaikan La Nyalla saat memaparkan visi dan misi di hadapan 25 Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI, di Hotel Sultann (7/2) malam.

Bagi La Nyalla Asprov adalah salah satu bagian yang paling penting dalam kemajuan sepak bola Tanah Air. Karenanya, membangun sepak bola harus dari daerah di mana peran Asprov sangat dibutuhkan.

“Karena saya meyakini membangun sepak bola Indonesia tidak bisa hanya dilakukan di Jakarta. Tidak bisa top down dari PSSI pusat. Justru sebaliknya,” ujar La Nyalla.

Menurutnya, membangun sepak bola Indonesia harus dari tanah kelahirannya. Harus dari daerah dan harus bottom-up karena membangun sepak bola memang harus dari level terendah.

Mantan Ketua Asprov PSSI dan KONI Provinsi Jawa Timur itu juga memaparkan visi besar lainnya. Ada tujuh langkah yang sudah disiapkan La Nyalla seandainya dia terpilih menjadi ketua umum periode 2023-2027.

“Hari ini saya ingin menyampaikan Visi Besar membangun sepak bola Indonesia dengan menggunakan tools yang terukur dan dapat dilaksanakan,” ujar La Nyalla.

“Dari sisi program PSSI Pusat, saya telah menyampaikan tujuh langkah untuk membangun sepak bola Indonesia. Di mana tujuh langkah tersebut adalah: technical development, club empowerment, professional league, national team, business development, financial stability dan football industry,” jelasnya.

Salah satu yang penting yang akan dilakukannya adalah memisahkan operator Liga 1 dan Liga 2 sebagai bagian dari peningkatan kualitas kompetisi. Dari segi bisnis pun hal ini juga cukup menjanjikan.

Dalam kesempatan tersebut, La Nyalla turut mempersiapkan pengembangan sepak bola di level daerah dengan meningkatkan Liga 3 Indonesia dengan kualitas tinggi dengan konsep 10, 30.

“Artinya, kompetisi Liga 3 harus dilaksanakan dalam waktu 10 bulan, dan setiap klub harus bertanding secara kompetitif sebanyak 30 kali dalam satu musim kompetisi,” tutur La Nyalla.

Kompetisi Liga 3 akan ditingkatkan dengan mengedepankan regulasi yang komprehensif serta high performance spesial department, mengingat ajang komotisi ini gudangnya pemain-pemain muda yang seharusnya dikembangkan, ke tahapan yang lebih matang lagi.

“Liga 3 sebagai wadah terbesar pertumbuhan pemain. Jadi kompetisi 10 bulan, bertanding 30 kali dalam setahun. Kami sudah rinci ini semua dengan baik. Semua saya siapkan ini untuk sepak bola Indonesia. Sudah saatnya kembali ke jalurnya lagi,” tegas La Nyalla.

Dalam kesempatan tersebut, La Nyalla juga berjanji, jika terpilih sebagai Ketua Umum PSSI 2023-2027, dirinya akan membentuk sebuah departemen khusus untuk mendampingi Asprov secara teknis guna meningkatkan kualitas sepak bola, seperti program FIFA yakni FIFA Performance Program.

Ketua Umum PSSI periode 2015-2016 itu juga siap untuk memberikan subsidi finansial kepada Asprov pada tahun pertama, jika dirinya terpilih menjadi orang nomor satu di PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) pada 16 Februari 2023 mendatang.

“Kami akan memberikan subsidi finansial kepada Asprov di tahun pertama. Untuk tahun kedua, kami akan melihat kinerja para Asprov. Hal itu supaya pembinaan di lini Asprov akan hidup dan bergeliat,” tandas La Nyalla.

La Nyalla akan memberikan Subsidi Rp 1 miliar setiap tahunnya kepada Asprov yang menjalankan program-program yang akan dilaksanakannya kalau dirinya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI.

Terkait janji subsidi Rp 1 miliar tersebut, La Nyalla menunjukan komitmenya dengan melakukan pakta integritas, yaitu menandatangani perjanjian di atas materai dengan Asprov PSSI, dalam hal ini Asprov PSSI Papua Barat.