Menpora Beri Kuliah Penerapan DBON pada Mahasiswa FIKK Unesa

SURABAYA, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Prof Dr Zainudin Amali, S.E., M.Si memberikan kuliah tatap muka langsung di hadapan Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kegiatan perkuliahan yang diikuti oleh para Mahasiswa Program Studi Keolahragaan ini dilaksanakan di Gedung U1 FIKK Unesa, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/2) pagi.

Menpora mengatakan, kali ini merupakan pertemuan tatap muka yang kedua pasca pandemi dan sejak menjadi Dosen di Unesa.”Saya tercatat sebagai Dosen di Unesa ini sejak 2020. Karena pandemi kita via zoom, karena pandeminya melandai saya coba untuk bisa bertatap muka langsung di sini dan di tempat lain. Ini tatap muka kedua setelah pandemi,” kata Menpora.

“Materi yang saya berikan tentang kebijakan olahraga. Jadi kebetulan hari ini S1, sebenarnya base saya di S3, S2 baru mulai bulan depan masuk, jadi saya mengajar di S1, S2, dan S3,” jelas Prof ZA, panggilan akrab Menpora di kampus.

Perkuliahan kali ini menarik yakni seputar Olahraga Pendidikan (Ordik) sebagai bagian implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Pelajaran pertama yang ditegaskan untuk terus terpatri pada pikiran mahasiswa adalah DBON itu mudah diingat, ada dua intinya yaitu tentang hulu dan hilir pembinaan olahraga.

“Kalian mahasiswa tidak perlu bingung tentang DBON, intinya hanya dua yakni hulu dan hilir. Hulunya kebugaran masyarakat dan hilirnya adalah prestasi olahraga, sudah itu saja yang penting diingat,” tegas Dosen FIKK Unesa ini.

Selanjutnya Menpora menjelaskan, l Olahraga Pendidikan (Ordik) adalah pondasi penting yang ada dalam DBON, selain Olahraga Prestasi (Orpres) dan Olahraga Masyarakat (Ormas) yang dahulu dikenal sebagai Olahraga Rekreasi.

Perlu diketahui bahwa ada permasalahan mendasar di Ordik yang perlu dibenahi. Setidaknya masalah itu tertumpu pada rendahnya kebugaran jasmani pada satuan pendidikan, rendahnya pemanfaatan waktu luang untuk gerak fisik, dan olahraga belum menjadi gaya hidup, serta masih ada permasalahan lainnya.

“Ada satu penelitian pada salah satu SMK Kelas 3, memprihatinkan ternyata dari 2.000 siswa hanya ada 5 yang bugar,” kata Menpora.

“Saat ini olahraga belum menjadi gaya hidup. Boleh lah di mall dan lain hal, tetapi ke depan olahraga harus menjadi kebutuhan dan gaya hidup, terutama anak muda, para mahasiswa,” tambahnya.

Apalagi ditekankannya, khusus untuk mahasiswa FIKK Unesa, memiliki fasilitas yang lengkap, tinggal dipraktekkan dan harus bisa menjadi contoh.

“Kalian harus bangga menjadi Mahasiswa FIKK Unesa, fasilitas termasuk yang lengkap, ini juga faktor Pak Rektor yang dari olahraga, memiliki perhatian lebih terhadap olahraga. Maka kalian harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat,” tandasnya.

Perkuliahan kali ini dihadiri oleh 90 Masiswa FIKK, dan turut menyaksikan Rektor Prof Dr Nurhasan, M.Kes., Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Dr Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes., jajaran Prodi, dan Kadispora Jatim Pulung Chausar.