JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali membuka resmi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Squash 2022 di Lapangan Squash, Senayan, Jakarta, Rabu (19/10).

Kejurnas Squash 2022,  berlangsung 19-23 Oktober 2022, diikuti 14 provinsi. Adapun ke-14 provinsi itu, adalah,  DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Banten, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Menpora sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pengurus Besar Persatuan Squash Indonesia (PB PSI)  di bawah kepemimpinan Sylviana Murni.

“Awalnya saya under estimate. Tapi nyatanya, Bu Sylviana Murni mampu mengemban tugasnya sebagai Ketua Umum PB PSI. Karena sebelumnya beliau berpengalaman saat bertugas di Pemprov DKI Jakarta, akhirnya apapun yang ditanganinya, dia berhasil,” ujar Menpora.

Menurut Menpora  apa yang dilakukan PB PSI, mulai dari menggelar Kejurnas, pelatihan wasit, Rakernas, dan terakhir akan mengadakan pelatih atlet, sungguh luar biasa. PB PSI telah mampu menjalanan program pembinaan dengan membuat kegiatan secara bertahap.

Menpora juga optimis PB PSI mampu meraih prestasi, dengan melahirkan para atlet berbakat melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan, termasuk Kejurnas yang saat ini berlangsung di Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman berharap, melalui Kejurnas yang dilakukan rutin setiap tahun, akan lahir bibit atlet yang hebat di masa depan.

“Setiap tahun PB PSI secara rutin menggelar Kejurnas. Dengan cara ini, secara tidak langsung PB PSI telah menjalankan pembinaan secara benar,” kata Marciano.

Sementara itu, Ketua Umum PB PSI, Sylviana Murni mengatakan  pihaknya berharap seluruh atlet yang bertanding  mampu menunjukan kemampuan terbaik mereka di Kejurnas tahun ini.

“Saya juga berharap, para atet yang mengikuti Kejurnas, harus menjunjung tinggi sportivitas,” pintanya.

Senator DPD RI Dapil DKI Jakarta, yang juga Ketua BKSP DPD RI ini mengatakan, pihaknya berusaha semaksimal mungkin menjadikan cabang olahraga squash bisa dimainkan oleh kalangan menengah bawah.

“Kalau sebelumnya squash dianggap sebagai olahraga elit, Kini saya berusaha menjadikan cabang olahraga ini bisa dinikmati oleh siapa saja”, ucapnya.

Pihaknya juga  tengah berusaha membuat squash sebagai cabang olahraga di sekolah-sekolah. Saya membuat program ‘squash go to scholl’.

PB PSI juga telah membuat lapangan squash di desa-desa atau kampung-kampung, sehingga siapa saja bisa bermain squash.

Untuk mendongkrak prestasi atlet squash tanah air, pihaknya saat ini tengah menggelar sejumlah kegiatan mulai tanggal 17 sampai 25 Oktober 2022.

Kegiatan tersebut antara lain Pelatihan Wasit Nasional, Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Pelatihan Pelatih dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

“Ini merupakan rangkaian kerja keras kita semua untuk mengantarkan atlet Squash Indonesia agar berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Sylviana Murni.