Menpora Minta Kalangan Dunia Usaha Dukung Olahraga Indoensia

TANGERANG, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta kalangan dunia usaha turut berperan dalam memajukan Olahraga di Tanah Air. Kepedulian dunia usaha dinilai penting, terutama dalam membantu cabang-cabang olahraga dalam menjalankan kegiatannya.

Hal tersebut dikatakan Menpora Imam Nahrawi saat berkunjung  ke PT Aggiomultimex Jl. Aria Jaya Santika No. 168, Tigaraksa, Tangerang, Banten, Selasa (24/10) malam.

Dalam kunjungan ke perusahaan yang memproduksi perlengkapan olahraga itu, Menpora didampingi Deputi Bidang Pemberdayaan Olahraga Raden Isnanta,  bersama jajaran Pimpinan PT Anggiomultimex,  Subagyo Lembono, Bruno Saputra dan Andrew Theoklitos.

“Bagi saya ini adalah hal baru untuk mengenal produk Concave dan tidak salah jika menjadi model baru bagi Indonesia karena kita adalah negeri pengagum sepakbola yang luar biasa,” ujar Menpora di pabrik yang selama ini terkenal  dengan sepatu sepakbola dan futsal Concave.

Baca juga :  Gandeng Legenda Timnas Uden Siapkan Program Pembinaan

Menpora berharap kedepan PT Aggio dan Concave ini memikirkan untuk jangka panjang terkait keterjangkauan masyarakat dan para anak-anak muda yang berkemampuan sedang agar dapat memiliki salah satu produk Concave ini.

“Saya berharap perusahaan dapat memikirkan dengan jangka panjang agar masyarakat khususnya para anak-anak muda yang berkemampuan sedang dapat juga menjangkau produk yang kita cintai ini, terima kasih saya akan terus mempromosikan produk yang kita banggakan ini,” ungkap Imam.

Selain Concave merek-merek sepatu olahraga terkenal seperti Lacoste, Oakley, Dolce Gabbana hingga Prada yang dijual di pasar dunia sebagian dari produk industri ini, yang memiliki lisensi untuk membuat sepatu-sepatu merek terkenal tersebut. Pabrik ini juga memproduksi sendal, kaos dan jaket olahraga Concave.

PT Aggio juga salah satu pemilik saham terbesar Concave yang memiliki market Eropa dan Amerika, saat ini telah mempekerjakan lebih dari 2.000 pekerja, dan telah mengoperasikan dua pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur seluas 1,3 hektar dan di Tigaraksa, Banten seluas 2,5 hektar.