JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menjawab keraguan tentang adanya pemberitaan penolakan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Zainudin  memastikan PON Papua akan berlangsung sesuai jadwal, yakni tanggal 2 -15 Oktober 2021.
Kepastian itu disampaikan Zainudin Amali setelah menerima laporan dari Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman yang baru saja kembali dari Papua untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

“Tidak benar adanya penolakan pelaksanaan PON Papua 2021. Semua persoalan yang terjadi sudah diselesaikan oleh KONI Pusat dan Panitia Besar (PB) PON. Dan, PON Papua dipastikan dilaksanakan sesuai jadwal,” kata Zainudin Amali kepada wartawan di Kantor Kemenpora Jakarta, Selasa (8/6).

Ketua UmumKONI Pusat, Marciano Norman dalam.kesempatan itu, menjeladkan kakau dirinya baru saja kembali dari Papua. Menurutnya dari hasil pertemuan dengan PB PON Papua, dapat dopadtikan semua permasalah ysng sempat muncul, sydah dapat tetselesaikan dengan baik.

“Ya, saya baru saja kembali dari Papua untuk melakukan pertemuan dengan PB PON dan sub-sub PB PON dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Semua sudah selesai dan sepakat mendukung pelaksanaan PON Papua 2021 sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” kata manran Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu.

Menurut Marciano, adanya rencana penghentian seluruh persiapan menghadapi PON Papua 2021 itu muncul karena masalah anggaran dari APBD yang belum turun kepada sub-sub PB PON.

Namun, dia memastikan anggaran tersebut akan diturunkan setelah adanya pertanggung jawaban penggunaan anggaran sebelumnya.

“Persoalan itu muncul karena masalah anggaran APBD yang belum turun ke sub-sub PB PON. Ini sudah terselesaikan. Tinggal menunggu saja laporan penggunaan anggaran sebelumnya,” jelas Marciano sembari menyebut masih ada anggaran cadangan APBD untuk persiapan PON 2021 Papua sebesar Rp600 miliar yang belum digunakan.

Sebelumnya beberapa daereh yang menjadi lokasi perandingan pada PON Papua 2021, sempat mengsncam.akan menghentikan kegiatan persiapan PON Papua, ysitu Kabupaten Mimika dan Kota Jayapura.