JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas untuk meraih prestasi olahraga di tingkat internasional, di mana prestasi olahraga hanya bisa dicapai dengan sebuah desain.

Hal tersebut disampaikan Zainudin saat menjadi pembicara di acara Seminar Olahraga Nasional bertajuk “Kiprah Menuju Sukses Prestasi, Sport Tourism dan Tuan Rumah Olimpiade 2032” yang diselenggarakan SIWO PWI Pusat di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (24/3).

Pada kesempatan ini, Zainudin memaparkan tema “Penyusunan Grand Design Keolahragaan Nasional, Mereview Total Ekosistem Pembinaan Olahraga Demi Kejayaan Indonesia di Forum Internasional”.

“Tidak ada yang instant, tidak ada prestasi yang bisa diraih by accident, harus by design. Itulah yang mendasari kami membuat desain besar atau grand design tentang olahraga nasional,” kata Zainudin.

Selain itu, di Indonesia masih memandang pembinaan para atlet-atlet menuju prestasi sebagai biaya atau cost. Padahal di negara-negara lain sudah menempatkan pembinaan atlet sebagai investasi negara.

Baca juga :  Ucapan Selamat Menteri LHK,  Saat Menpora Jemput Widi di Bandara

“Kami menemukan fakta bahwa pembinaan atlet, apalagi jangka panjang untuk bisa menghasilkan prestasi dunia ini harus kita tempatkan sebagai investasi negara. Jadi investasi dan juga tentu ini sejalan visi pembangunan sumber daya manusia,” ungkapnya.

Disisi lain, dengan adanya atlet-atlet berprestasi di tingkat internasional maka bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia. Karena menurut Menpora Amali, paling tidak hanya ada dua hal yang membuat Bendera Merah Putih dikibarkan dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan yakni ketika kunjungan kepala negara dan ketika atlet mendpaatkan medali emas dalam kejuaraan internasional.

“Nah ini harus kita samakan presepsi kita khusunya di pemerintah di kami, kementerian dan lembaga, pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sehingga harus benar-benar dilihat ini investasi yang kita lakukan ini,” jelasnya.

Politikus asal partai Golkar itu juga menjelaskan bahwa desain besar olahraga yang disusun Kemenpora dan stakehokder terkait menjadikan prestasi di Olimpiade dan Para Olimpiade sebagai sasaran utama.

Baca juga :  Delapan Tim Ramaikan Turnamen Piala Wali Kota Solo 2021

“Karena selama ini kita belum fokus, kadang Sea Games kita jadikan sasaran utama. terkadang satu waktu kita menempatkan Asian Games. Maka sekarang dalam grand design atau desain besar yang disiapkan Kemenpora ini, sasaran utama sukses Olimpiade kemudian Asian Games dan Asian Para Games dan Sea Games dan Asean para Games kita tempatkan di posisi sasaran antara untk menuju sasaran utama,” ucapnya pula.

Untuk mencapai itu, maka pihaknya di Kemepora melakukan pemerataan dan berdiskusi dengan para guru besar olahraga, para profesor, praktisi dan akademisi di bidang olahraga.

“Setelah kami roadshow maka kita menentukan cabang olahraga unggulan yang punya peluang untuj bisa berprestasi yakni kita sesuaikan dengan karakteristik fisik orang Indonesia yaitu cabang olahraga yang bertumpu pada narasi dan teknik,” tandasnya.