JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan keberhasilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) selama tiga tahun berturut-turut, merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran di kementerian ini yang solid.

“Kita baru saja menerima hasil pemriksaan BPK RI terhadap laporan keuangan Kemenpora. Alhamdulillah kita hattrick tiga tahun berturut-turut mendapatkan status WTP,” kata Menpora saat jumpa pers di Media Center Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (13/7). 

Menpora Amali menilai, hasil yang diraih Kemenpora bukan karena menterinya bagus dan hebat, melainkan karena teamwork yang solid. Menpora juga sampaikan apresiasi atas masukan dari jurnalis sehingga Kemenpora bisa seperti saat ini.

“Ini adalah hasil kerja bersama bukan karena menterinya hebat, menterinya bagus, tidak. Tapi teamwork dari Kemenpora yang bagus. Bapak-bapak dan ibu di Kemenporalah yang menghasilkan hattrick itu,” ujar Menpora, seusai menerima Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK RI.

LHP dari BPK langsung diberikan oleh Anggota III BPK RI Achsanul Qosasi di Wisma Menpora, Jakarta, Rabu (23/7). Kemenpora RI kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun anggaran 2021.

Hasil WTP tahun anggaran 2021 menjadi predikat ketiga (hattrick) Kemenpora RI usai dua tahun berturut-turut sebelumnya (2019-2020) meraih hasil yang sama (WTP) dibawah kepemimpinan Menpora, Zainudin Amali.

“Saya hanya menjadi dirijen, mengomendani saja. Jadi, bapak ibu inilah yang menertibkan pertanggungjawaban laporan keuangan. Apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari para jurnalis, sehingga perbaikan sana-sini. Terutama perbaikan tata kelola yang menjadi prioritas kami, itu saya apresiasi dan terima kasih atas nama Kemenpora kepada teman-teman jurnalis,” ungkap Menpora pula.

Menpora berharap, raihan hasil yang baik ini akan menjadi semangat dalam bekerja melayani urusan kepemudaan dan urusan keolahragaan kedepan.

“Mudah-mudahan hasil ini akan menjadi menambah semangat buat kami di Kemenpora untuk bekerja lebih baik lagi, melayani urusan-urusan kepemudaan dan urusan keolahragaan,” tandas Menpora . 

Menpora menambahkan, kenapa tata kelola yang kita jadikan yang utama. “Karena kami menyakini dengan tata kelola yang baik maka, pelayanan-pelayanan berikutnya akan menjadi lebih mudah baik kepemudaan maupun keolahragaan. Tapi, kalau tata kelolanya tidak baik maka pasti akan berakibat kepada pelayanan urusan kepemudaan dan keolahragaan juga tidak baik,” pungkasnya .

Seperti diketahui, perjalanan laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI terhadap Kemenpora RI, dari tahun 2010 hingga tahun 2021 yakni, memperoleh predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) selama 5 kali berturut-turut dari tahun 2010 hingga 2014.

Kemudian, predikat Tidak Memberikan Pendapat (TMP/Disclaimer) selama 2 tahun berturut-turut pada tahun 2015-2016. Kemudian, kembali WDP pada tahun 2017-2018. Dan akhirnya mampu meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 3 kali berturut-turut dari tahun 2019 hingga 2021.