JAKARTA, Indotimes.co.id –  Pelatih Timnas basket Indonesia, Rajko Toroman mengungkapjan rasa optimismenya, squad yang dipimpinnya bisa tampil di ajang Piala Dunia bola basket atau FIBA World Cup 2023 mendatang.

Karenanya pelatih asal Serbia itu, sangat serius menggembleng pasukanya itu, jelang laga kualifikasi Piala Dunia pada 1 dan 4 Juli dan Piala Asia pada 12-24 Juli mendatang di Istora Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Salah satu yang momotivasi Rajko Toroman adalah sukses timnas basket, merebut medali emas SEA Games Vietnam 2021, pada Mei 2022 lalu, saat mereka menumbangkan dominasi Filipina.

Rajko Toroman menyebut lolos Piala Dunia bukanlah mimpi. Indonesia disebutnya punya kemampuan mewujudkan itu usai rentetan prestasi yang mereka raih sejak Mei lalu.

Termasuk, hasil uji coba di Australia pekan lalu. Timnas basket Indonesia memenangi tujuh pertandingan dari 10 laga melawan tim-tim basket dari Divisi Satu Australia.

“Jika kami lolos ke Piala Dunia, itu akan jadi periode baru untuk basket Indonesia. Saya rasa semua anak-anak muda di Indonesia, setelah kualifikasi Piala Dunia dan FIBA Asia Cup, dan lolos ke Piala Dunia, mereka akan menggilai basket. Ini akan jadi kabar baik bagi generasi berikutnya, dan jadi sejarah bagi basket Indonesia,” ujar Toroman, yang dijumpai disela-sela kunjungan Menpora Zainudin Amali melihat persiapan Timnas basket Indonesia di Istora GBK Senayan, Rabu (29/6).

“Ya siapa yang tahu, kita memang punya kesenpatan, sampai sekarang kami dalam kondisi bagus. Di laga SEA Games lalu dan juga laga try out di Australia mencerminkan bahwa kami bisa kompetitif lawan negara-negara kuat. Tentunya, ditambah dukungan masyarakat, lolos ke Piala Dunia bukanlah mimpi,” ungkapnya pula.

Selain itu Toroman juga mengakui yang selama ini, kendala yang dihadapi timnas basket, soal tinggi pemain, sudah bukan kendala lagi. Keberadaan tiga pemain Marques Bolden, Brandon Jawato dan pemain muda Derrick Michael, telah mampu mengatasi kendala timnas basket selama ini.

Kehadiran tiga pemain tersebut,khususnya Marques Bolden 209 cm, Derrick Michael 203 cm, masalah tinggi pemain kini sudah tidak masalah, ungkap Toroman.

Keduanya menjadi rebounder andalan timnas, baik saat bertahan maupun menyerang. Hal ini membuat pemain lainnya jadi lebih nyaman dalam melepaskan tembakan jarak jauh.

“Sekarang kami tidak memusingkan masalah size ( ukuran tinggi pemain) karena kita sudah punya mereka (Bolden dan Jawato) ditambah Derrick Michael,” imbuhnya.

Toroman menambahkan dengan grafik penampilan Timnas basket Indonesia , ditanbah kehadiran Bolden dan Derrick juga membuat dirinya makin optimistis saat melakoni laga kualifikasi FIBA World Cup 2023 window tiga melawan Arab Saudi (1/7/2022) dan Jordania (4/7/2022).

“Melihat squad tim serta tren apik saat ini, dalam performa terbaik seusain meraih medali emas dan hasil apik uji coba di Australia. Saya pikir kami punya peluang yang besar untuk menang,” tandas Toroman.

Sementara itu, Marques Bolden mengaku sangat siap tampil membela timnas basket Indonesia pada babak kualifikasi nanti.

“Kami menang di SEA Games, bagus juga dalam uji coba di Australia, jadi saya siap untuk mencetak sejarah lagi bersama tim ini,” kata Bolden.

Bolden menyebut persiapan timnas sudah oke. Pebasket berusia 24 tahun itu yakin Indonesia bisa tampil bagus di kualifikasi FIBA World Cup 2023 dan Asia Cup 2022.

“Persiapan berjalan dengan lancar, kami berada dalam kondisi yang bagus, kami juga sudah saling merasa nyaman satu sama lain, jadi saya sangat percaya diri kami bisa tampil bagus di Kualifikasi Piala Dunia Basket dan FIBA Asia Cup,” pungkas pemain yang pernah memperkuat klub NBA, Cleveland Cavaliers itu.