JAKARTA, Indotimes.co.id – Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) mengirimkan sepuluh pecatur putra dan putri ke Olimpiade Catur (World Chess Olympiad) ke-43 di Batumi, Georgia, 23 September hingga 6 Oktober mendatang.

Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto, di Jakarta, Rabu (19/9) mengatakan, pengiriman 10 pecatur yang akan memperkuat tim catur Indonesia pada Olimpade catur di Batumi, Georgia ini, lebih menekankan pada faktor pembinaan dengan memilih mengirimkan para pecatur muda yang memiliki potensi untuk berkembang ke depannya.

Menurut Utut para pecatur yang dikirim ke Batumi rata-rata berusia belasan tahun, termasuk diantaranya Juara Dunia catur rapid U-10, Samantha Edithso yang masih berusia 10 tahun.

“Selain itu pengiriman para pecatur muda ini, agar mereka mampu mengenapkan norma gelar grand master(GM) serta meningkatkan elo rating para pecatur muda Indonesia ini. Menginggat olimpiade catur ini merupakan ajang tertinggi bagi para pecatur dalam kiprah di laga internasional,” ujar Utut.

Baca juga :  Indonesia Raih 4 Emas Hari Pertama SEA Age Group Swimming Championship

Utut menambahkan pihaknya mentargertkan tim catur Indonesia mampu memperbaiki peringkat dari Olimpiade Catur sebelumnya. Pada Olimpiade catur di Baku, Azerbaijan pada tahun 2016 lalu, tim putra menempati peringakt 52 dari 180 negara, sedangkan tim putri menempati peringkat 63 dari 134 negara.

Meski demikian, Utut berharapa tim catur yang kirim mampu mengukir prestasi yang lebih baik lagi, seperti yang pernah dicapai tim putri pada Olimpiade Catur di Istanbul Turki 2013 dimana tim Indonesia tampil sebagai juara Katagori C dan Olimpiade Baku Azerbaijan juara untuk Katagori E. Begitu juga peringkat tim putra dan putri bisa lebih baik lagi di Batumi, Georgia tahun ini.

Utut juga menjelaskan tidak ikut sertanya tiga pecatur terbaik Indonesia, GM Susanto Megaranto, IM Irene Kharisma Sukandar, dan WGM Medina Warda Aulia, yang harus absen di Olimoiade catur di Batumi Georgia, karena harus membela daerhanya di Pekan Olahraga Provinis (Porprov) Jawa Barat.

Baca juga :  Dewi Fortuna dan Kegembiraan Tasya Meraih Emas

“PB Percasi tidak bisa memaksakan para pecatur harus tampil pada Olimpiade catur di Batumi Georgia. Semuanya tergantung kepada pecatur yang bersangkutan, mereka menyatakan tidak bisa ikut serta, karena alasan harus tampil di Porprov Jabar,” ungkap Utut, yang juga Wakil Ketua DPR RI itu.

Untuk menghadapi Olimpiade Catur di Batumi, Georgia, PB Percasi telah melakukan persiapan dengan menggelar Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) selama satu pekan di Pusdiklat Kemendiknas, Depok, Jawa Barat, 15-21 September ini.

Tim catur Indonesia ditangani para pelatih yang terdiri dari MN Hendry Jamals, MI Taufik Halay, MN Joseph Majella, dan IMW Lisa Lumongdong.

Selain mengikuti Olimpiade Catur di Batumi Georsia, PB Percasi juga akan mengikuti Kogres Federasi catur Internasional (FIDE) di tempat yang sama, dalam rangka pemilihan Presien FIDE yang baru. Dalam Kongres FIDE tersebut, delegasi PB Percasi akan dipimpin oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, Poeng Dwi Ambarukmi.

Baca juga :  Buka Munas PBSI, Menpora Minta Pengurus Fokus pada Prestasi

“Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung tim catur Indonesia yanga akan berlaga pada Olimpiade Catur 2018 di Batumi Georgia. Terima kasih kepada Kemenpora RI, PT Union Sampoerna Triputra Persada (USTP), PT JAPFA, dan Universitas Gunadarma yang menjadi sponsori Tim Indonesia,” pungkas Utut.